Dorong Narasi Tanpa Stigma, Yayasan Kebaya Yogyakarta Rangkul Jurnalis untuk Perjuangkan Hak ODHIV dan Transpuan

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Yogyakarta  7 April 2026

Upaya melawan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) serta komunitas transpuan terus diperkuat. Yayasan Kebaya Yogyakarta menggandeng jurnalis dari berbagai media dalam Pertemuan Stakeholder yang digelar di Lt 2 Hotel Tara Yogyakarta Selasa, 07/04/2026 sebagai langkah strategis membangun pemberitaan yang lebih adil dan manusiawi.

banner 325x300

Di tengah masih kuatnya stereotip negatif di masyarakat, media memegang peran krusial dalam menentukan arah persepsi publik. Melalui forum ini, para jurnalis diajak untuk tidak hanya memberitakan fakta, tetapi juga menghadirkan empati, perspektif hak asasi manusia, serta keberpihakan pada kelompok rentan.
“Stigma bukan hanya melukai, tetapi juga membatasi akses ODHIV dan komunitas transpuan terhadap layanan dasar dan kehidupan yang layak. Di sinilah media memiliki peran penting untuk mengubah cara pandang publik,” ungkap Vinolia Wakijo Direktur Yayasan Kebaya Yogyakarta .

Pemberitaan yang berimbang dan edukatif diyakini mampu menjadi jembatan untuk mengikis diskriminasi yang selama ini masih terjadi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum membangun komitmen bersama antara Yayasan Kebaya Yogyakarta dan insan pers untuk terus bersinergi,” jelas Rully Mallay Project Manager dan Pembina Yayasan Kebaya Yogyakarta

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam kerja nyata melalui produk jurnalistik yang berpihak pada nilai kemanusiaan,” lanjut Shinta Maharani ( Tempo ) selaku narsumDengan semangat kolaborasi, Yayasan Kebaya Yogyakarta optimistis bahwa perubahan narasi di media akan berdampak luas, tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya keadilan sosial bagi ODHIV dan komunitas transpuan.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas bagaimana praktik jurnalistik dapat berkontribusi dalam menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dipandu oleh Dona ketua IWABA (Ikatan Waria Bantul) dan Pram (Komunitas ODHIV dan Pendukung Sebaya Yayasan Kebaya Yogyakarta) yang banyak mengupas tentang Yayasan Kebaya Yogyakarta sebagai organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada pemberdayaan komunitas transpuan serta advokasi hak-hak kelompok rentan, termasuk ODHIV. Selain itu, yayasan ini juga menyediakan layanan shelter sebagai bentuk dukungan nyata bagi ODHIV.

banner 325x300