LokalJawa – Yogyakarta
Sekretaris Daerah DIY menyelenggarakan Seminar Kemitraan mengenai pengenalan laku budaya Laku Nunggal Banyu pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Banggar Lantai 2 Gedung DPRD DIY. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Komisi D, Arif Kurniar Rakhman, SS., MA., yang sekaligus bertindak sebagai pemandu diskusi.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi D DPRD DIY RB. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si., menyampaikan perlunya memperjelas arah pelestarian peradaban budaya Yogyakarta yang saat ini mengalami tantangan akibat pengaruh budaya luar. Beliau menegaskan bahwa program dan dukungan hibah kebudayaan perlu diarahkan kepada pihak yang berkomitmen menjaga kearifan budaya lokal, terutama dalam rangka edukasi generasi muda.
Narasumber utama, Ki Detik Wicaksono, memaparkan kajian sejarah sumbu filosofis Yogyakarta, kondisi geologis sungai, serta peringatan krisis air yang sebelumnya disampaikan Gubernur DIY. Ki Detik juga menyampaikan roadmap pelaksanaan Laku Nunggal Banyu yang direncanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Dewi, Sespri Ketua Komisi D, menyampaikan dukungan penuh atas inisiasi para pegiat budaya dan menilai kegiatan ini relevan untuk diusulkan menjadi program rutin Pemda DIY.
Masukan strategis disampaikan oleh K. Herman Setiawan dari WRC DIY mengenai pentingnya normalisasi sungai, pengurangan sampah, serta penerapan inovasi “SPAH SEMAR” sebagai tabungan air hujan yang dapat memperkuat ketahanan air tanah.
Kegiatan dihadiri berbagai instansi Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, organisasi masyarakat, forum kepemudaan, serta penyelia kesehatan tradisional dari lima kabupaten/kota.(KHS)
















