https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat hingga Kades “Jihad Data” Perbarui DTSEN

Gus Ipul mengajak camat hingga kepala desa di Sidoarjo memperbarui DTSEN demi data akurat agar bantuan sosial tepat sasaran. foto: Dok kemensos
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Sidoarjo – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh camat, kepala desa, serta pilar-pilar sosial di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, untuk bersama-sama melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi DTSEN yang digelar di Sidoarjo, Jumat (6/2/2026).

Menurut Gus Ipul, pembaruan data sosial ekonomi merupakan pekerjaan strategis yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Ia menyebut upaya ini sebagai “jihad data” demi menghadirkan data yang benar-benar akurat sebagai dasar kebijakan pemerintah.

banner 325x300

“Saya mengajak Pak Bupati, camat, kepala desa, dan pendamping sosial di Sidoarjo untuk gandeng tangan menghadirkan data yang akurat. Ini jihad untuk data yang akurat, karena data sangat penting sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengakui masih terdapat ketidaktepatan data di lapangan. Karena itu, pemutakhiran DTSEN menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan bersama agar kualitas data terus membaik seiring waktu.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai melakukan pembaruan data secara berkelanjutan. Data hasil pemutakhiran tersebut selanjutnya diserahkan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk diverifikasi dan diperingkatkan sesuai desil kesejahteraan.

“Dengan data yang tepat, keluarga yang selama ini belum terjangkau program pembangunan bisa mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya, baik dalam perlindungan sosial maupun pemberdayaan,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan, pemutakhiran DTSEN dapat dilakukan melalui RT dan RW yang dimusyawarahkan di tingkat desa, lalu diinput oleh operator desa. Karena itu, ia menekankan peran strategis operator desa sebagai ujung tombak penyediaan data yang akurat.

Ia pun mendorong pemerintah daerah memberikan pelatihan yang memadai bagi operator desa agar mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik.

“Selain RT dan RW, operator desa ini sangat penting. Mereka perlu dibekali pelatihan yang cukup karena menjadi kunci akurasi data,” tegasnya.

Sebagai contoh, Gus Ipul menyampaikan keberhasilan perbaikan data bansos di Banyuwangi. Tingkat kesalahan data yang sebelumnya mencapai 77 persen berhasil ditekan menjadi 28 persen melalui perbaikan berbasis DTSEN dan digitalisasi.

“Dengan kerja keras dan digitalisasi bertahap, ke depan error data bisa ditekan di bawah 10 persen, bahkan di bawah 5 persen,” katanya.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk menyukseskan pemutakhiran DTSEN sebagai dasar penanggulangan kemiskinan.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung penuh kebijakan dan arahan Pak Menteri Sosial,” ujar Subandi.

Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat integrasi data, serta mengawal implementasi DTSEN di lapangan agar benar-benar menjadi alat memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi kerentanan sosial.

DTSEN sendiri merupakan basis data nasional yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi individu dan keluarga di Indonesia. Data ini disusun dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE, serta diperbarui secara berkala sebagai acuan utama penetapan bantuan sosial nasional.

sumber: kemensos

banner 325x300