Perkuat Ruang Inklusif, Kemantren Jetis Hadirkan Panggung Ekspresi dan Layanan bagi Difabel

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa -Yogyakarta , 9 April 2026

Komitmen membangun masyarakat tanpa sekat kembali ditegaskan Kemantren Jetis melalui penyelenggaraan Gebyar Peduli Disabilitas. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensi sekaligus memperoleh akses layanan publik secara setara.

banner 325x300

Digelar oleh Forum Kemantren Inklusi (FKI), acara tersebut tidak hanya menghadirkan panggung kreativitas, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan rasa percaya diri para difabel di wilayah Kemantren Jetis.

Pelaksana Harian Mantri Pamong Praja Jetis, May Christianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pemerintah, kata dia, berkewajiban memastikan tidak ada warga yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berkembang. Tidak boleh ada lagi stigma ataupun perlakuan yang membedakan,” ujarnya.

Selain pentas bakat, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bingkisan bagi 45 penyandang disabilitas, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta kehadiran stan UMKM yang dikelola oleh difabel maupun keluarga mereka. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis inklusi.

Kemantren Jetis juga menggandeng berbagai pihak, di antaranya KPU Kota Yogyakarta yang memberikan sosialisasi hak pilih bagi difabel, serta Disdukcapil Kota Yogyakarta yang membuka layanan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Sebanyak 60 peserta difabel hadir dalam kegiatan tersebut, dari total sekitar 330 penyandang disabilitas yang tercatat di wilayah Kemantren Jetis. Pemerintah setempat menegaskan akan terus mendorong keberlanjutan program serupa melalui dukungan anggaran dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin memastikan mereka tetap semangat dan merasa didampingi. Pemerintah hadir untuk membuka ruang, bukan membatasi,” tambah May.

Sementara itu, salah satu warga, Mulyanti (53), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai ajang ini memberi kesempatan bagi anaknya yang memiliki disabilitas perkembangan untuk tampil dan dihargai.
“Biasanya anak saya merasa tersisih, tapi di sini bisa tampil percaya diri. Saya sangat bersyukur kegiatan seperti ini ada,” ungkapnya.

Ke depan, masyarakat berharap kegiatan serupa tidak hanya berlanjut, tetapi juga diperluas jangkauannya. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan penyandang disabilitas semakin diakui, diberdayakan, dan menjadi bagian utuh dari kehidupan sosial tanpa diskriminasi.

banner 325x300