https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Wamensos Agus Jabo Tinjau Longsor Cilacap dan Serahkan Bantuan untuk Korban

Wamensos Agus Jabo tinjau lokasi longsor Cilacap dan serahkan santunan untuk korban. Kemensos siapkan dapur umum, logistik, dan dukungan psikososial. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Cilacap, Lokal Jawa – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengunjungi lokasi tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Dalam kunjungannya, ia menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan korban luka.

Tiga ahli waris menerima santunan masing-masing Rp15 juta. Total santunan kematian mencapai Rp75 juta, sementara empat korban luka mendapat santunan Rp5 juta per orang. “Kami berharap bantuan ini sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” ujar Agus Jabo.

banner 325x300

Selain santunan, Kementerian Sosial mengoperasikan dapur umum yang mampu menyediakan hingga seribu porsi setiap kali memasak. Bantuan logistik seperti kasur, selimut, tenda, sembako, serta dukungan psikososial turut dikerahkan oleh tim Tagana.

Dalam peninjauan lapangan, Wamensos melihat langsung upaya pencarian korban yang masih tertimbun material longsor. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi di dua dusun terdampak, yakni Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyuy. “Semua tim bekerja siang malam. Kami pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” jelasnya.

Usai meninjau lokasi bencana, Agus Jabo mendatangi RSUD Majenang untuk melihat kondisi empat korban luka yang sedang menjalani perawatan. Ia memastikan seluruh biaya penanganan lanjutan sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Kondisi mereka terus membaik,” tambahnya.

Pemerintah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk memfasilitasi proses evakuasi, logistik, dan asesmen kebutuhan hunian warga. Rapat lanjutan dengan Forkompinda dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan relokasi.

Bencana longsor yang terjadi pada Selasa malam (13/11/2025) ini menelan korban jiwa, merusak sembilan rumah, dan mengakibatkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan pergeseran tanah sedalam dua meter dan memunculkan retakan sepanjang 25 meter di permukiman warga.

Kemensos juga telah mengirimkan bantuan tanggap darurat senilai lebih dari Rp376 juta untuk memenuhi kebutuhan dasar warga hingga situasi kembali stabil.

Sumber : Kemensos

banner 325x300