https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Bupati Malra Imbau Diaspora Bijak Berkomentar: Hormati Nilai Budaya Kei

Di tengah derasnya arus opini di media sosial, Bupati Maluku Tenggara mengingatkan diaspora agar tidak gegabah berkomentar soal situasi daerah. Budaya dialog dan damai harus tetap dikedepankan.

Bupati Malra imbau diaspora Maluku Tenggara bijak berkomentar di medsos dan jaga kehormatan daerah lewat budaya damai dan dialog. Foto: Infopublik.id
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, LANGGUR – Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengimbau diaspora Maluku Tenggara untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu sosial yang berkembang di daerah asal. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dengan tidak memberikan komentar yang berpotensi memperkeruh suasana, terutama jika tidak memahami konteks lokal secara menyeluruh.

“Kalau tidak mengerti, tidak tahu tentang masalah yang terjadi di Maluku Tenggara, saya mohon untuk tidak memberikan komentar,” ujar Thaher Hanubun di Langgur, Senin (7/7/2025).

banner 325x300

Menurutnya, maraknya komentar dari luar daerah yang tidak berdasar kerap menimbulkan distorsi informasi. Fenomena ini diperparah oleh masifnya penggunaan media sosial sebagai ruang bebas beropini tanpa filter.

“Banyak orang di luar sana yang tidak tahu persis keadaan Maluku Tenggara, tetapi mereka seakan-akan lebih tahu dan memberikan komentar,” katanya.

Bupati mengajak masyarakat, baik yang tinggal di Maluku Tenggara maupun di luar daerah, untuk mengedepankan narasi yang sejuk dan membangun. Ia mengingatkan bahwa menjaga kedamaian lebih penting daripada menyuarakan opini yang belum tentu benar.

“Tolong berikan pesan-pesan yang sejuk, kondusif, dan damai kepada masyarakat,” imbuhnya.

Thaher juga menyoroti pentingnya kembali pada kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan sosial. Ia menekankan budaya Kei seperti tanem—tradisi bertemu dan berdialog—sebagai cara terbaik menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

“Kita punya budaya tanem dan ketemu untuk berdialog, bukan untuk bertikai,” ujarnya menegaskan.

Kepada diaspora Maluku Tenggara yang tersebar di berbagai wilayah seperti Ambon, Makassar, Jakarta, Papua, hingga luar negeri, Bupati berharap agar mereka turut menjaga nama baik daerah dengan menyebarkan narasi damai dan menjauhi provokasi.

Ia juga menaruh harapan besar kepada warga di kampung halaman untuk menjadi penjaga harmoni dan pelopor suasana kondusif di tengah tantangan sosial yang ada.

Sumber: infopublik.id

banner 325x300