https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Menteri ATR Nusron Tinjau Lahan Industri di Indramayu, Pastikan Tak Ganggu Sawah Produktif

Menteri ATR Nusron Wahid tinjau lahan industri di Indramayu, pastikan tidak ganggu sawah dan tetap jaga ketahanan pangan nasional. foto: Dok Atr Bpn
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Indramayu – Rencana pengembangan kawasan industri di Indramayu mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri ATR/BPN turun ke lapangan untuk memastikan satu hal krusial: lahan sawah tetap terlindungi.

Nusron Wahid meninjau langsung lokasi rencana penggunaan lahan sawah untuk kawasan industri di Indramayu, Minggu (19/4/2026). Peninjauan ini dilakukan di sela kunjungan kerjanya guna memastikan kesesuaian tata ruang dan perlindungan lahan pertanian.

banner 325x300

Dalam keterangannya, Nusron menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan apakah lahan yang diajukan tersebut masuk dalam kawasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau tidak. Hal ini menjadi langkah awal sebelum memberikan persetujuan atas rencana pengembangan industri.

Menurutnya, lahan tersebut direncanakan untuk mendukung program hilirisasi industri yang tengah didorong pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan industri tidak boleh mengorbankan lahan pertanian produktif.

“Kami ingin memastikan keseimbangan antara pengembangan industri dan perlindungan sawah sebagai penopang pangan nasional,” ujarnya.

Untuk memastikan kesesuaian tata ruang, Kementerian ATR BPN akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk instansi yang membidangi tata ruang di tingkat daerah dan provinsi.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan bahwa pengawasan terhadap alih fungsi lahan menjadi perhatian serius pemerintah. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan lahan pertanian di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.

Ia juga memastikan bahwa lahan yang ditinjau tidak masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga tetap berada dalam koridor kebijakan tata ruang yang berlaku.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga ketahanan pangan nasional dengan mengendalikan konversi lahan sawah secara ketat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sektor pertanian.(Is)

banner 325x300