https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6
Daerah  

DPRD Jateng Dukung Gerakan Konservasi Lingkungan di Kawasan Hulu Desa Trajumas

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Pekalongan

Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat melalui kegiatan penghijauan di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (20/12/2025). Aksi konservasi ini diinisiasi Komuniti Forestri dengan melibatkan berbagai komunitas peduli lingkungan serta unsur pemerintah setempat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel bersama, dilanjutkan penanaman pohon di sekitar kawasan sumber mata air, dan diakhiri dengan sarasehan yang membahas isu konservasi alam dan keberlanjutan lingkungan. Sedikitnya 700 bibit tanaman konservasi dan produktif disiapkan untuk ditanam dan dibagikan kepada masyarakat Desa Trajumas.
Sejumlah komunitas turut ambil bagian sebagai relawan, di antaranya Squad Nusantara, Sodo Lanang Nuswantoro, Kornusa, Kapilaska, World Clean Up Day, Lintas Komunitas Penjaga Mata Air Pemalang, serta komunitas lingkungan lainnya. Hadir pula Kepala Desa Trajumas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Perhutani, CDK 4, serta DAS Pemali Jratun.

banner 325x300

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafizh, yang juga tergabung dalam Lintas Komunitas Penjaga Mata Air Pemalang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai aksi penghijauan ini sebagai langkah strategis dalam menjaga kawasan hulu dan kelestarian sumber mata air.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama-sama melakukan penanaman tanaman konservasi dan pembagian bibit produktif di Desa Trajumas bersama para pegiat lingkungan,” ujar Harun.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi konservasi yang sebelumnya dilakukan di kawasan mangrove, dan kini mulai difokuskan pada wilayah hulu. Adapun jenis tanaman konservasi yang ditanam di sekitar sumber mata air meliputi ficus elastika, pule, ficus benjamina, serta beberapa jenis karet produksi.
“Tanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan menjaga keberlanjutan sumber mata air,” jelasnya.Selain tanaman konservasi, panitia juga membagikan bibit produktif seperti durian, petai, dan matoa kepada warga. Harun menilai keterlibatan lintas komunitas dan pemerintah menunjukkan meningkatnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya di wilayah Pantura.

Sementara itu, Kepala Desa Trajumas, Kosim, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya penghijauan mengingat kondisi tanah di wilayahnya yang relatif labil.
“Saya sangat senang dan mendukung kegiatan penanaman pohon ini. Harapan saya, apa yang sudah ditanam bisa dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat,” katanya.
Kosim menambahkan, Desa Trajumas memiliki beberapa sumber mata air, dengan satu sumber utama yang airnya sangat jernih dan dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum serta pengairan sawah warga. Bahkan, aliran air dari wilayah tersebut juga mengaliri desa-desa sekitar seperti Bodas, Gunung Langu, Karanggondang, hingga Gembong.
“Karena itu, kegiatan konservasi seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sumber mata air kami,” pungkasnya.

 

 

banner 325x300