https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Menaker Yassierli Dorong Transformasi Ketenagakerjaan Inklusif dan Adaptif di Indonesia

Menaker Yassierli dorong transformasi ketenagakerjaan inklusif, digital, dan berdaya saing untuk wujudkan tenaga kerja Indonesia yang unggul (Foto: Dok Kemnaker)
banner 120x600
banner 468x60

lokaljawa.com, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menghadirkan transformasi ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Media Briefing “Satu Tahun Kepemimpinan Kemnaker” di Ruang Tridharma, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

“Setiap kebijakan dan program Kemnaker harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat—baik pencari kerja, pekerja, maupun dunia usaha. Itu menjadi amanat langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Yassierli.

banner 325x300

Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kemnaker mencatat berbagai capaian strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas pelatihan vokasi, perluasan kesempatan kerja, dan perlindungan pekerja di dalam maupun luar negeri.

Salah satu inisiatif unggulan yang tengah berjalan adalah Program Magang Nasional Batch 2, yang menargetkan 80.000 peserta dan berlangsung pada 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan dunia industri serta mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja muda.

“Program magang ini bukan sekadar penempatan sementara, tetapi langkah nyata membangun jembatan antara kompetensi dan kebutuhan industri,” jelas Yassierli.

Selain itu, Kemnaker juga mempercepat transformasi digital layanan publik di sektor ketenagakerjaan. Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain Pusat Pasar Kerja, Layanan Satu Data Ketenagakerjaan, serta pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi secara daring untuk memperluas akses masyarakat.

Transformasi tersebut dibarengi dengan penguatan kerja sama tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Menaker menilai, kolaborasi menjadi faktor kunci dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berkelanjutan di tengah perubahan cepat dunia kerja.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan kebijakan ketenagakerjaan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi erat antar pemangku kepentingan,” tegas Yassierli, yang didampingi Sekretaris Jenderal Cris Kuntadi dan jajaran pejabat tinggi Kemnaker.

Menutup paparannya, Yassierli menyampaikan arah kebijakan Kemnaker pada tahun 2026 yang difokuskan pada transformasi produktivitas nasional melalui penguatan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, serta peningkatan peran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia.

“Kita ingin memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan siap bersaing di era ekonomi baru,” pungkasnya.

Sumber: Info Publik

banner 325x300