Lokaljawa, Yogyakarta — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar bootcamp perdana dari program Akselerasi Kreasi Ekspor Indonesia (ASIK) di Yogyakarta. Inisiatif ini bertujuan mempercepat kesiapan pelaku ekonomi kreatif di subsektor kriya untuk menembus pasar global.
“Ekspor tidak hanya sekadar label keren, tapi harus menjadi jalan nyata meningkatkan omzet dan menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat membuka kegiatan di ARTOTEL Yogyakarta, Jumat (27/6).
Program ASIK yang diluncurkan pada Mei 2025 dirancang menyeluruh, mencakup kurasi produk, pelatihan, sertifikasi, business matching, hingga pameran nasional dan internasional. Dari 171 jenama kriya yang mendaftar, hanya 20 terbaik yang lolos mengikuti bootcamp tahap awal.
Para peserta membawa karya terbaik kriya nusantara—mulai dari kayu, kulit, keramik, tekstil, logam, hingga batu—dengan latar belakang usaha yang beragam namun satu tujuan: ekspor.
Irene menekankan bahwa ASIK bukan hanya ruang belajar, tetapi juga wadah kolaborasi dan jejaring antar pelaku kreatif daerah. “Kalian adalah top 10 persen. Bangun relasi, perkuat komunitas, dan manfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” pesannya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Kemenparekraf juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa pendampingan usaha, fasilitasi sertifikasi, pelatihan lanjutan ekspor, serta koneksi ke pembeli mancanegara melalui jaringan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center).
“Tujuan akhirnya adalah menjadikan pelaku kriya Indonesia sebagai pemain global yang tangguh dan mandiri. Ekspor harus memberikan nilai tambah nyata di tanah sendiri,” tegas Irene.
Program ASIK menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis budaya, komunitas, dan talenta lokal dari seluruh penjuru Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Irene turut didampingi oleh Direktur Kriya, Neli Yana, yang ikut mendorong semangat peserta agar menjadi penggerak ekonomi kreatif yang menginspirasi dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Sumber: Ekraf
















