https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Gus Ipul Tinjau STIP Jakarta, Sekolah Rakyat Rintisan Ditarget Mulai Awal Mei 2026

Gus Ipul tinjau STIP Jakarta untuk Sekolah Rakyat rintisan. Ditargetkan mulai Mei 2026 dengan kapasitas awal 100 siswa. foto: Dok Kemensos
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Jakarta – Pemerintah mempercepat realisasi Sekolah Rakyat rintisan di Jakarta. Menteri Sosial turun langsung memastikan kesiapan fasilitas agar ribuan anak dari keluarga prasejahtera segera mendapatkan akses pendidikan.

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau kesiapan fasilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Minggu (19/4/2026). Lokasi ini akan dimanfaatkan sebagai salah satu titik Sekolah Rakyat rintisan yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Mei 2026.

banner 325x300

Kunjungan tersebut difokuskan pada pengecekan kondisi bangunan serta penyusunan rekomendasi perbaikan ringan agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai. Turut mendampingi, Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, dan Ketua STIP, Tri Cahyadi.

Dari hasil pemaparan tim teknis, sebanyak empat bangunan di kawasan STIP dinyatakan siap digunakan, yakni Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, dan Nautika. Selain itu, dua fasilitas olahraga berupa lapangan tenis dan lapangan sepak bola juga akan dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan siswa.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di STIP diproyeksikan menampung sekitar 100 siswa. Kegiatan belajar akan didukung dua tenaga pembimbing serta 18 tenaga pengajar.

Secara teknis, kondisi bangunan dinilai sangat layak. Tidak ditemukan kerusakan pada struktur utama seperti fondasi, kolom, maupun atap. Perbaikan hanya bersifat minor, seperti pembenahan plesteran, pintu, jendela, serta penggantian lampu yang tidak berfungsi.

“Kami optimistis seluruh perbaikan selesai akhir April dan siap digunakan awal Mei,” ujar Bisma.

Selain STIP, pemerintah juga menyiapkan lokasi lain, termasuk aset milik Lembaga Administrasi Negara, dengan kapasitas serupa. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan program Sekolah Rakyat secara nasional.

Gus Ipul menegaskan, program ini terus menunjukkan perkembangan positif sejak dijalankan di 166 titik pada tahun sebelumnya. Ia menyebut, para siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri, sementara guru semakin adaptif dalam metode pembelajaran.

“Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, hasilnya cukup menggembirakan. Siswa berkembang dan guru mampu menyesuaikan pendekatan tanpa bergantung pada tes akademik,” jelasnya.

Tahun ini, pemerintah menargetkan kapasitas Sekolah Rakyat meningkat signifikan. Jika sebelumnya menjangkau hampir 16.000 siswa, kini ditargetkan lebih dari 30.000 siswa dapat terlayani melalui penambahan titik sekolah rintisan.

Khusus wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah disiapkan 10 lokasi, termasuk STIP. Secara keseluruhan, kapasitasnya diproyeksikan mencapai lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.

Proses seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional tanpa pendaftaran terbuka. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran bagi keluarga yang paling membutuhkan.

“Tidak boleh ada titipan. Semua harus sesuai data dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegas Gus Ipul.

Ia juga memastikan bahwa kendala di lapangan relatif minim dan hanya membutuhkan perbaikan fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan.

Dengan progres yang ada, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat rintisan di STIP Jakarta dapat mulai beroperasi pada awal Mei 2026, membuka akses pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat prasejahtera. (Is)

banner 325x300