Lokaljawa, Jakarta – Kementerian Agama tengah mengakselerasi pengembangan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUDQu) melalui sejumlah langkah strategis. Fokus ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan keagamaan sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin, saat membuka ajang Panggung Al-Qur’an Jawa Barat 2026 di Balai Diklat Keagamaan Bandung, Minggu (19/4/2026).
Menurut Aziz, PAUDQu sebagai satuan pendidikan formal memiliki kedudukan setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan empat langkah utama untuk memperkuat eksistensi dan kualitasnya.
Pertama, penguatan regulasi melalui finalisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) sebagai payung hukum yang lebih jelas. Kedua, pencabutan moratorium izin pendaftaran PAUDQu guna membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
Langkah berikutnya adalah peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui program beasiswa santri serta insentif bagi guru. Selain itu, pemerintah juga memastikan dukungan pembiayaan pendidikan tetap berjalan.
Program seperti Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu instrumen penting agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan Al-Qur’an. Tak hanya itu, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) juga terus digulirkan untuk mendukung operasional lembaga PAUDQu.
“Negara hadir memastikan akses pendidikan Al-Qur’an tetap terbuka luas, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aziz.
Dalam kesempatan tersebut, ajang Panggung Al-Qur’an menjadi ruang ekspresi bagi para santri usia dini untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Barat yang telah melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota.
Sebanyak 13 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari dai cilik, hafalan hadits, doa harian, hingga praktik salat dan tahfiz Al-Qur’an. Seluruh kategori dirancang tidak hanya mengasah kemampuan keagamaan, tetapi juga kreativitas serta pembentukan karakter Islami sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum DPP, Mujibun, serta Katim Pontren PDMA, Amar Saefullah.
Ajang ini juga menjadi gerbang menuju kompetisi tingkat nasional. Para peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Jawa Barat di level yang lebih tinggi.
Pada gelaran tahun ini, Kabupaten Bekasi berhasil meraih predikat juara umum. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan PAUDQu di daerah.
Ke depan, penguatan PAUDQu diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual dan akhlakul karimah. (Is)
















