https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pemkab Pinrang Perkuat Koordinasi BBWS Tangani Abrasi dan Infrastruktur Rusak di Wilayah Patampanua

Pemkab Pinrang koordinasi dengan BBWS Pompengan–Jeneberang untuk percepatan penanganan abrasi dan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Patampanua. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Pinrang, Lokaljawa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang menegaskan komitmennya dalam menangani permasalahan abrasi yang mengancam sejumlah wilayah strategis, khususnya di sepanjang saluran irigasi Kecamatan Patampanua. Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan dan memerlukan langkah cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid memimpin langsung koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Senin (10/11/2025), guna membahas langkah percepatan penanganan abrasi di daerah tersebut.

banner 325x300

Dalam pertemuan itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa abrasi tidak hanya berdampak pada kerusakan jaringan irigasi, tetapi juga mengancam lahan pertanian produktif dan permukiman warga di sekitar aliran sungai.

“Dampak abrasi ini bisa sangat besar bagi masyarakat, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidupnya pada sistem irigasi. Kami berharap BBWS segera mengambil langkah konkret agar abrasi tidak semakin meluas,” ujar Irwan.

Selain isu abrasi, Pemkab Pinrang juga menyoroti kerusakan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan penghubung antara Lome dan Batulappa sepanjang tujuh kilometer yang kini mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat dan memperlambat distribusi hasil pertanian menuju pasar.

“Kerusakan jalan ini menghambat mobilitas warga dan arus ekonomi. Kami berharap perbaikan segera dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat Batulappa dapat kembali berjalan lancar,” kata Irwan.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Pinrang juga mengajukan sejumlah usulan strategis kepada BBWS, antara lain:

  • Penanganan abrasi pantai di Serang, Kecamatan Duampanua;

  • Perbaikan tanggul banjir di wilayah Bungi;

  • serta peningkatan sistem perlindungan lahan pertanian di daerah aliran sungai (DAS).

Langkah-langkah ini, menurut Irwan, merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian.

“Fokus kami adalah memastikan setiap pembangunan dan perbaikan infrastruktur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kerja sama lintas sektor seperti ini menjadi sangat penting,” tegasnya.

Sumber : Infopublik

banner 325x300