https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Ide Pelajar Meledak di Pasar Bela Negara: Kreativitas, Wirausaha, dan Nasionalisme Bertemu di Sleman

Pasar Bela Negara Sleman hadir lebih meriah dengan kreativitas pelajar melalui Digdaya Fest 2025, memadukan wirausaha, edukasi, dan nilai kebangsaan. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Sleman, Lokal Jawa— Suasana Pasar Bela Negara di utara Lapangan Pemda Sleman berubah menjadi arena kreativitas pelajar saat edisi ke-15 digelar pada Jumat (14/11/2025). Dirintis oleh Badan Kesbangpol Sleman bersama Carya Budhi Chantya, pasar rutin ini menjelma menjadi panggung besar bagi wirausaha muda berkat kolaborasi dengan Digdaya Fest Tunas Wirausaha Muda 2025, program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman.

Semangat pagi langsung terasa ketika ratusan siswa dari sembilan sekolah—yang lolos 10 besar ajang Tunas Wirausaha Muda—memadati area pasar. Meja-meja dipenuhi produk kreatif mulai dari makanan inovatif, kerajinan, hingga barang kebutuhan gaya hidup buatan para pelajar.

banner 325x300

Sekolah yang ambil bagian antara lain SMK N 1 Cangkringan (2 kelompok), SMK N 1 Godean, MA Al Qodir, SMK Budi Mulia, SMA N 2 Ngaglik, SMA IT Baitussalam, SMA N 1 Seyegan, MAN 2 Sleman, dan SMK Kesehatan Sadewa. Kolaborasi lintas sekolah ini membuat pasar terasa seperti festival karya.

Selain pameran produk, para peserta mendapatkan materi bela negara dari Sunardi, Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan RI. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, ia mengajak pelajar memahami makna bela negara secara modern: menjaga diri, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Sesi tersebut menjadi salah satu yang paling dinanti, apalagi ditutup dengan pembagian doorprize.

Acara semakin kaya melalui talkshow inspiratif bersama Bobby Tinampi dan Lina Syafira. Pada sesi pertama, Dwi Wulandari dari Disperindag Sleman menjelaskan bahwa Digdaya Fest bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang aman bagi pelajar untuk belajar membangun usaha sejak dini.

“Saya bangga melihat keberanian mereka berinovasi. Produk-produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa generasi muda Sleman punya potensi besar dalam dunia wirausaha,” ujarnya.

Sesi berikutnya menghadirkan kisah nyata dari Stenly Hendi Avanda, pemilik Panda Food. Ia membagikan perjalanan usahanya yang dimulai dari skala kecil hingga berkembang. Stenly menekankan bahwa media sosial membuka peluang tak terbatas bagi wirausaha muda, serta mengapresiasi peran pendampingan Disperindag bagi para pelaku usaha pemula.

Pasar Bela Negara edisi ke-15 tidak berhenti pada transaksi jual beli. Gelaran ini mempertemukan nilai-nilai kebangsaan, wawasan wirausaha, dan kreativitas generasi muda dalam satu ruang edukatif. Dengan kolaborasi lintas lembaga yang solid, kegiatan ini kembali membuktikan diri sebagai penggerak penting ekonomi kreatif sekaligus pembina karakter pelajar Sleman.

banner 325x300