https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Agustina Tutup Lomba Kampung Hebat 2025, Dorong RT Jadi Ujung Tombak Inovasi Kampung

Agustina menutup Lomba Kampung Hebat 2025 dan menekankan peran RT sebagai ujung tombak inovasi dan penggerak pembangunan Kota Semarang. Foto : Istinewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, LOKAL JAWA – Penutupan Lomba Kampung Hebat Kota Semarang 2025 pada Minggu (23/11) di Lapangan Sepak Bola Bumirejo, Pudak Payung, menjadi momentum bagi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, untuk menegaskan kembali pentingnya peran RT sebagai pondasi pembangunan kota. Dalam acara yang memasuki tahun penyelenggaraan ketujuh ini, Agustina mengajak warga memperkuat semangat kebersamaan sebagai modal utama kemajuan kampung.

Menurutnya, Lomba Kampung Hebat tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang perebutan hadiah, melainkan sebagai ruang tumbuhnya ide-ide baru dari warga. “RT adalah kunci. Ketika pengurusnya mampu membangun suasana guyub rukun, maka kemajuan kampung akan mengikuti, dan itu berpengaruh langsung pada kemajuan Kota Semarang,” tegasnya.

banner 325x300

Kolaborasi yang Mendorong Gerakan Sosial

Program Lomba Kampung Hebat lahir dari sinergi antara Jawa Pos Radar Semarang dengan Pemerintah Kota Semarang melalui DP3A. Kolaborasi ini dinilai Agustina sebagai contoh baik bagaimana pembangunan dapat didorong bersama, dipublikasikan secara positif, dan dirayakan sebagai gerakan sosial yang melibatkan warga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Radar Semarang yang secara konsisten menggunakan jurnalisme konstruktif untuk menyoroti inovasi kampung. Menurutnya, pemberitaan yang menonjolkan solusi memberi efek domino bagi kampung lain untuk ikut bergerak.

Kepada peserta yang belum berhasil memenangkan lomba, Agustina menegaskan bahwa kegagalan bukan berarti kualitas kampung tersebut kurang baik. “Sering kali yang tidak menang itu karena kerja baiknya belum terlihat. Dengan dana operasional Rp25 juta per RT per tahun, harusnya semakin banyak kampung yang bisa menunjukkan perubahan,” ujarnya.

Lingkungan dan Kreativitas Jadi Fokus Utama

Tema tahun ini, “Bersatu, Semakin Kompak, Semakin Hebat,” dituangkan dalam dua kategori utama lomba: Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan, serta Kampung Kreatif dan Inovatif. Kategori lingkungan sejalan dengan komitmen Pemkot Semarang melalui Gerakan Semarang Bersih dan program ASN Wegah Nyampah, yang mendorong ASN menjadi teladan dalam perilaku pilah sampah.

Meski begitu, Agustina mencatat masih banyak pekerjaan rumah. “Bank sampah yang aktif baru sekitar seribu. Padahal jumlah RT lebih dari sepuluh ribu. Baru sepuluh persen. Kalau diberikan penghargaan seperti ini, saya yakin kampung akan lebih rajin dan tertata,” katanya.

177 Peserta, 36 Finalis, dan Apresiasi untuk Warga

Tahun ini tercatat 177 RT dan kampung mengikuti seleksi administrasi. Dari jumlah itu, 36 di antaranya lolos ke tahap verifikasi lapangan untuk memperebutkan total hadiah Rp51 juta.

Dalam penutupan, Agustina menyampaikan selamat kepada para pemenang dan mendorong kampung lain untuk tetap melanjutkan inovasinya. Ia bahkan mengusulkan inovasi kategori baru untuk penyelenggaraan mendatang.

“Mungkin tahun depan bukan hanya kampungnya yang dinilai, tapi pengurus RT-nya juga. Kita ingin ada penghargaan untuk RT terbaik,” tutupnya.

banner 325x300