https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Setahun Beroperasi, RSUD Mijen Semarang Siap Layani Pasien BPJS Mulai 2026

RSUD Mijen Semarang genap setahun beroperasi dan siap melayani pasien BPJS mulai 2026 untuk memperluas akses layanan kesehatan warga. Foto ; Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, lokaljawa.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mijen mencatat capaian positif setelah satu tahun beroperasi melayani masyarakat, khususnya di wilayah barat Kota Semarang. Selama periode tersebut, RSUD Mijen telah melayani sebanyak 6.884 pasien umum dan kini bersiap memperluas layanan dengan melayani peserta BPJS Kesehatan mulai tahun 2026.

Momentum satu tahun operasional ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RSUD Mijen dan BPJS Kesehatan. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Mijen, Gunungpati, dan Ngaliyan.

banner 325x300

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa kehadiran RSUD Mijen merupakan bagian penting dari upaya pemerataan layanan kesehatan di Kota Semarang. Meski baru melayani pasien umum, tingkat kunjungan yang hampir mencapai 7.000 pasien menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat.

“Hampir 7.000 ya pasiennya. Berarti memang kehadiran rumah sakit ini sangat dibutuhkan di wilayah Mijen dan sekitarnya. Ini menghadirkan pemerataan pelayanan kesehatan,” ujar Agustina saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun pertama RSUD Mijen, Minggu (14/12).

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD Mijen. Pengembangan rumah sakit ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Semarang dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.

“Memang jika dihitung indeksnya, jumlah layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh warga masyarakat di Kota Semarang ini belum mencukupi,” ungkapnya.

Melalui visi Semarang Inklusif yang diwujudkan dalam program Semarang Sehat, Pemkot Semarang berkomitmen memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan RSUD Mijen, peningkatan status puskesmas pembantu menjadi puskesmas, serta penguatan layanan puskesmas rawat inap.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan layanan melalui pengembangan RSUD di Mijen, menaikkan kondisi atau tahapan puskesmas pembantu menjadi puskesmas yang lebih baik, dan peningkatan layanan puskesmas menjadi puskesmas yang memiliki rawat inap,” jelas Agustina.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menyebut kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai tonggak penting pengembangan RSUD Mijen.

“Alhamdulillah ulang tahun yang pertama ini menjadi kado yang sangat istimewa. Kemarin ditandatangani PKS untuk layanan Rumah Sakit Mijen ini nanti per tanggal 1 Januari itu sudah bisa memberikan layanan untuk pasien-pasien BPJS,” kata Hakam.

Ia menjelaskan, RSUD Mijen nantinya akan melayani peserta BPJS dari berbagai kelas. Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat sekitar dalam mengakses layanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan tanpa harus menempuh jarak jauh.

Saat ini, RSUD Mijen telah didukung berbagai layanan spesialis, seperti penyakit dalam, anak, obstetri dan ginekologi, bedah, kesehatan jiwa, anestesi, patologi klinik, serta kulit dan kelamin. Pada tahun 2026, rumah sakit ini juga direncanakan menambah layanan spesialis saraf, rehabilitasi medik, dan ortopedi.

Peringatan satu tahun operasional RSUD Mijen turut diisi dengan berbagai kegiatan sosial, mulai dari sunatan massal, skrining kesehatan gratis, talkshow dokter spesialis, hingga program week care bagi balita dengan masalah gizi. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen RSUD Mijen untuk terus hadir melayani masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

banner 325x300