LokalJawa – Banjarnegara
Bencana tanah bergerak kembali terjadi di Kabupaten Banjarnegara. Peristiwa ini menimpa Desa Karangnangka serta wilayah sekitar Dusun Gumingsir dan Desa Sokaraja, Kecamatan Pagentan, pada Selasa pagi (6/1/2026). Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kepala Desa Karangnangka, Suratman, menyebutkan sedikitnya 35 rumah terdampak, dengan 10 rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni. Bahkan, rumah dinas kepala desa turut mengalami kerusakan cukup parah.
“Sebanyak 10 kepala keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Kerusakan paling parah terjadi di wilayah RT 5, 6, dan 7 RW 1,” ungkap Suratman.
Warga melaporkan adanya retakan besar pada lantai dan dinding rumah, serta kemiringan bangunan yang semakin jelas. Material longsoran juga terbawa aliran sungai, memperparah kondisi lingkungan sekitar. Pergerakan tanah serupa turut terdeteksi di Desa Gumingsir dan Sokaraja.
Bencana ini diduga dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung sejak Senin (5/1) pukul 10.00 WIB hingga dini hari, disertai angin kencang. Selain merusak rumah warga, lahan pertanian dan sejumlah akses jalan juga mengalami ambles sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah relokasi bagi warga di zona rawan,” tambah Suratman.
Sejumlah unsur kebencanaan seperti TRC FPRB Pagentan, Pemerintah Desa Karangnangka, Destana, serta Koramil 018 Pagentan terus melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada warga agar segera mengungsi ke lokasi aman.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyatakan pihaknya masih melakukan pemantauan intensif dan asesmen lokasi. “Apabila pergerakan tanah terus berlanjut, relokasi menjadi opsi yang tidak bisa dihindari,” tegasnya.
















