https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke USD 61,1 per Barel, Dampak Kelebihan Pasokan Global

Harga minyak mentah Indonesia Desember 2025 turun ke USD 61,1 per barel akibat kelebihan pasokan global dan peningkatan produksi OPEC+. (ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A/SPT)
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Desember 2025 turun menjadi 61,10 dolar AS per barel. Penurunan ini dipicu kondisi kelebihan pasokan minyak dunia yang semakin menguat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pasar global tengah dibayangi kekhawatiran akan terjadinya super glut atau lonjakan pasokan minyak secara berlebihan, terutama akibat produksi Amerika Serikat yang tetap tinggi.

banner 325x300

“Penurunan ICP pada Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar terhadap narasi kelebihan pasokan serta kondisi oversupply minyak dunia,” ujar Laode dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Selain produksi Amerika Serikat, peningkatan produksi kelompok OPEC+ turut memberikan tekanan pada harga minyak. Pada November 2025, produksi OPEC+ tercatat mencapai 43,1 juta barel per hari, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025 menjadi 0,95 juta barel per hari, naik sekitar 40 ribu barel per hari dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Sementara itu, lembaga riset energi S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2025 menjadi 730 ribu barel per hari, turun 16 ribu barel per hari dibandingkan publikasi bulan sebelumnya. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memproyeksikan surplus minyak pada 2026 mencapai 3,7 hingga 4 juta barel per hari, melebihi level stok saat pandemi.

Faktor geopolitik turut memengaruhi dinamika harga. Risiko konflik Rusia–Ukraina dinilai berpotensi mereda seiring munculnya wacana pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Di saat bersamaan, Rusia memproyeksikan produksi minyaknya meningkat menjadi 10,36 juta barel per hari pada 2025 dan naik lagi menjadi 10,54 juta barel per hari pada 2026.

Di kawasan Asia Pasifik, tekanan harga juga dipengaruhi penurunan crude throughput China. Pada November 2025, pengolahan minyak mentah China tercatat turun 0,9 persen secara bulanan menjadi 14,86 juta barel per hari, level terendah dalam enam bulan terakhir.

Secara bulanan, ICP Desember 2025 turun sebesar 1,73 dolar AS per barel dibandingkan November 2025 yang berada di level 62,83 dolar AS per barel. Penetapan ICP Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026.

sumber: Infopublik.id

banner 325x300