https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Produksi Telur Program GAYATRI Capai 82 Persen, Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga di Bojonegoro

Produksi telur Program GAYATRI di Bojonegoro capai 82 persen, bukti keberhasilan program pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat. foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Bojonegoto – Program GAYATRI tak sekadar membagi ayam, tapi menumbuhkan harapan baru bagi ribuan keluarga di Bojonegoro. Dengan capaian produksi telur yang menembus 82 persen, program unggulan ini kian menunjukkan dampak nyata bagi ekonomi rumah tangga.

Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menunjukkan hasil positif. Program ini terbukti memberikan manfaat langsung bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui budidaya ayam petelur sebagai sumber tambahan penghasilan.

banner 325x300

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 penyaluran paket ayam GAYATRI telah menjangkau ribuan KPM dari berbagai sumber pendanaan.

“Untuk GAYATRI yang bersumber dari APBD Induk 2025 telah disalurkan kepada 400 KPM. Kemudian dari Perubahan APBD 2025 sebanyak 5.000 KPM, dari CSR sejumlah 575 KPM. Sedangkan yang bersumber dari APBDes, datanya berada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” ujar Fajar saat ditemui di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).

Memasuki tahun 2026, Pemkab Bojonegoro kembali melanjutkan program ini dengan alokasi anggaran baru. Sebanyak 4.400 KPM ditetapkan sebagai sasaran penerima bantuan GAYATRI tahun ini.

“Pada tahun 2026, program GAYATRI tetap berlanjut dengan sasaran 4.400 KPM. Harapannya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan mampu mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Terkait perkembangan produksi telur, Fajar mengungkapkan bahwa ayam petelur GAYATRI yang bersumber dari APBD Induk 2025 kini telah memasuki masa puncak produksi.

“GAYATRI APBD Induk 2025 sudah masuk masa puncak produksi dengan capaian sekitar 82 persen. Sementara yang bersumber dari Perubahan APBD, produksinya masih variatif, mulai dari 30 persen dan terus meningkat,” terangnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program GAYATRI tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berhasil secara teknis di lapangan.

Agar keberhasilan ini berkelanjutan, Disnakkan Bojonegoro mendorong seluruh KPM untuk menerapkan manajemen kandang dan pemberian pakan sesuai dengan bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap ayam tetap sehat dan produktivitasnya terjaga. Dengan begitu, program ini benar-benar memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” ungkap Fajar.

Ia juga mengimbau agar sebagian hasil penjualan telur ditabung sebagai modal untuk membeli ayam pullet baru ketika masa produksi berakhir. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan usaha ternak ayam petelur di tingkat rumah tangga.

sumber: Infopublik.id

banner 325x300