https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Echo Project #1: Describing Personality, Ruang Ekspresi Lintas Karakter di Limanjawi Art House

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Jateng

Limanjawi Art House kembali menjadi titik temu para perupa melalui pameran bertajuk “Echo Project #1: Describing

banner 325x300

Personality.” Pameran yang dibuka pada 5 Februari 2026 ini menghadirkan beragam pendekatan artistik dari seniman lintas daerah dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2026.
Pembukaan pameran dilakukan oleh Stanley, kolektor muda asal Medan. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari kolektor seni rupa terkemuka Oei Hong Djien, dengan dukungan kuratorial dan penulisan oleh Aak Nurjaman. Para seniman yang terlibat berasal dari Yogyakarta, Magelang, hingga Padang, memperlihatkan dinamika jejaring seni yang semakin terbuka dan kolaboratif.

Nama-nama seperti Heru Dodot Widodo, Heru Priyono, Awang Darmawan, Abdi Setyawan, hingga mendiang Zulfa Hendra turut ambil bagian. Sekitar 32 karya dipresentasikan dalam medium lukisan dan patung, masing-masing menonjolkan identitas visual serta karakter personal para senimannya.

Tema Describing Personality menjadi pijakan utama pameran ini. Setiap perupa diberi kebebasan penuh untuk menerjemahkan gagasan dan pengalaman estetiknya tanpa batasan gaya tertentu. Keberagaman visual yang muncul tidak dipertentangkan, melainkan dirayakan sebagai refleksi keluasan perspektif dalam seni rupa kontemporer.

Perhatian pengunjung banyak tertuju pada karya Heru Dodot Widodo. Seniman yang dikenal dengan eksplorasi material seng bergelombang dan ikonografi uang dolar tersebut kali ini menampilkan pendekatan berbeda. Ia menghadirkan karya dua dimensi dengan tekstur yang menciptakan ilusi material—seolah menyerupai kertas, kain, maupun lempengan seng yang terlipat. Pilihan warna yang lebih reduktif dan kehadiran detail-detail kecil memberi kedalaman visual yang memancing rasa penasaran.

Pada momen pembukaan, Dodot juga menampilkan aksi melukis langsung menggunakan media sandal jepit untuk memotret wajah Oei Hong Djien. Aksi spontan dan eksperimental itu menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperlihatkan keberanian eksplorasi medium yang jarang ditemui dalam praktik seni rupa konvensional.
Pameran ini juga menyimpan dimensi personal. Tanggal pembukaan bertepatan dengan hari ulang tahun Zahrotul Karimah, istri Dodot yang tengah mengandung empat bulan. Selain itu, keikutsertaan karya mendiang Zulfa Hendra menghadirkan nuansa reflektif, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam dunia seni rupa.

Melalui penyelenggaraan Echo Project #1, para penggagas berharap tercipta embrio kolektif seni yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda pameran sesaat, tetapi berkembang sebagai ruang dialog kreatif yang memberi kontribusi nyata bagi ekosistem seni rupa di Yogyakarta, Magelang, hingga kancah nasional.

banner 325x300