https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6
Daerah  

KEPALA PASAR KARAMASA GOWA DICOPOT, ALASAN PEMBERHENTIAN BELUM JELAS

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – MAKASSAR

Pergantian mendadak terjadi di Pasar Rakyat Karamasa, Kabupaten Gowa. Muhammad Amir resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala pasar sejak 2 Januari 2026. Namun hingga kini, alasan pasti pencopotan tersebut masih belum diketahui secara jelas oleh yang bersangkutan.

banner 325x300

Pemberhentian itu tertuang dalam Surat Perintah Penguasaan Nomor: 800.11.1/316/Perdarsei tertanggal 2 Januari 2026, yang sekaligus menyatakan bahwa surat pengangkatan Muhammad Amir tidak lagi berlaku. Posisi kepala pasar kemudian langsung diisi oleh H. Sabiri sebagai pengganti.

Keputusan ini memunculkan tanda tanya, lantaran dilakukan tanpa penjelasan terbuka kepada pihak yang diberhentikan. Saat dimintai keterangan oleh awak media pada Selasa (21/04/2026), Muhammad Amir mengaku tidak pernah mendapatkan informasi detail terkait alasan pencopotan dirinya.
“Saya tidak pernah diberi penjelasan secara langsung terkait alasan pemberhentian ini,” ungkapnya.

Dalam dokumen keputusan, disebutkan sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar evaluasi. Di antaranya, yang bersangkutan dinilai tidak menghadiri rapat yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian maupun Bupati Gowa. Selain itu, terdapat keluhan pedagang terkait dugaan penagihan retribusi tanpa karcis resmi, serta penataan lapak yang dianggap kurang optimal sehingga sejumlah los pasar tidak terisi.

Meski demikian, Muhammad Amir menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan klarifikasi atau pembinaan langsung sebelum keputusan tersebut diambil.
Upaya konfirmasi kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa melalui Kabid Bina Pasar, Ma’ruf Alam, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi kepada media.

Di sisi lain, sejumlah pedagang di Pasar Karamasa juga mengaku terkejut dengan pergantian tersebut. Mereka menilai kurangnya sosialisasi membuat situasi di lapangan menjadi tidak menentu.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

banner 325x300