LokalJawa – Yogyakarta
Aksi penyampaian aspirasi di depan Polda DIY sempat memanas hingga terjadi kerusakan pada pagar sisi timur kompleks Mapolda. Meski sempat ricuh, aparat kepolisian menyatakan situasi berhasil dikendalikan dan kondisi keamanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tetap aman.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas insiden di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa di Tual. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Terkait jalannya demonstrasi, Ihsan menyayangkan aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi ricuh dan disertai pengrusakan fasilitas.
“Kami menyesalkan adanya kerusakan pagar Mapolda. Namun secara umum situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang membantu menjaga ketertiban bersama aparat. Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan mengedepankan nilai kearifan lokal.
Dalam pengamanan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Setelah koordinasi dengan pihak kampus, ketiganya diserahkan kembali kepada rektorat pada pukul 22.30 WIB.
Ihsan juga menegaskan bahwa kabar mengenai penggunaan gas air mata maupun tembakan peringatan tidak benar. Ia menyebut suara yang terdengar berasal dari petasan yang dibawa peserta aksi.
Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY telah kembali kondusif. Arus lalu lintas normal dan kondisi kamtibmas di wilayah DIY dilaporkan aman serta terkendali.
















