https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Antisipasi Cuaca Ekstrem Musim Hujan, BPBD Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Apel Siaga

BPBD Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Pakem untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor menghadapi bencana hidrometeorologi. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Sleman, lokaljawa.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Posko Utama Pakem, Selasa 16 Desember 2025, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan. Kegiatan ini menjadi wujud kesiapsiagaan bersama lintas sektor untuk melindungi keselamatan masyarakat dari dampak cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto yang bertindak sebagai pembina apel menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan menyeluruh. Ia mendorong seluruh unsur terkait untuk mengaktifkan posko terpadu, menyinkronkan data kawasan rawan bencana, serta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi agar respons darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

banner 325x300

Menurut Susmiarto, keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapsiagaan yang matang dan kolaborasi yang kuat. Penanganan bencana akibat cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang terintegrasi, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga relawan dan masyarakat.

Usai apel siaga, BPBD Kabupaten Sleman melanjutkan kegiatan dengan pengecekan dan demonstrasi peralatan operasional penanggulangan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan saat terjadi bencana sekaligus memperkuat pemahaman lintas sektor terhadap dukungan peralatan yang tersedia di lapangan.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Haris Martapa mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, antara lain dengan membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko tumbang. Ia menyebut simulasi dan pelatihan relawan terus dilakukan secara berkala, namun keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Apel Siaga Cuaca Ekstrem ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, TNI dan Polri, Basarnas, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, relawan kebencanaan, hingga pemerintah kapanewon dan kalurahan di wilayah rawan bencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat semakin solid sehingga potensi risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Sumber : slemankab.go.id

banner 325x300