https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

ASTUTI HANDAYANI, KANDIDAT DOKTOR Universitas Negeri Yogyakarta, KONSISTEN 11 TAHUN MENGABDI SEBAGAI PENDAMPING KELURAHAN/KALURAHAN BUDAYA DIY

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Yogyakarta

Dedikasi dan konsistensi menjadi kata kunci perjalanan Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd., dalam mengabdi sebagai Pendamping Kelurahan/Kalurahan Budaya di lingkungan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah kesibukannya menempuh studi doktoral pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, ia tetap teguh menjalankan peran strategis tersebut yang telah diembannya sejak 2015.

banner 325x300

Selama lebih dari satu dekade, Astuti terlibat aktif dalam proses pendampingan di sejumlah kelurahan dan kalurahan budaya di DIY, di antaranya Canden (Jetis), Srigading, Panggungharjo, Sabdodadi, dan Selopamioro. Dalam setiap penugasan, ia mengawal penguatan potensi budaya lokal melalui pembinaan komunitas seni, perencanaan program kebudayaan, hingga menjalin sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Memasuki tahun kedua pendampingannya di Kelurahan Warungboto, Astuti mendorong pengembangan ekosistem budaya berbasis kolaborasi. Ia menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola aset budaya secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Di sisi lain, riset doktoralnya berfokus pada strategi pengelolaan warisan budaya di tingkat lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Baginya, pengalaman lapangan selama 11 tahun bukan sekadar catatan pengabdian, tetapi juga menjadi fondasi ilmiah yang memperkaya perspektif akademiknya.
“Pendampingan ini bukan hanya pekerjaan, melainkan bentuk komitmen untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan DIY. Setiap wilayah memiliki karakter dan kekuatan tersendiri yang perlu dirawat bersama,” ujarnya.

Pengalaman panjang tersebut menempatkan Astuti sebagai salah satu praktisi yang berkontribusi nyata dalam penguatan kapasitas aparatur dan masyarakat di bidang pengelolaan kebudayaan. Dedikasinya menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan praktik lapangan dalam membangun kebudayaan daerah yang berdaya dan berkelanjutan.

banner 325x300