https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Atasi Banjir Semarang, Kementerian PU Kerahkan 27 Pompa Raksasa

Kementerian PU kerahkan 27 pompa di Semarang untuk atasi banjir di Tenggang dan Sringin. Kapasitas total 25.000 liter per detik siap kurangi genangan. foto: Dok PU
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Semarang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Semarang. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi 27 pompa pengendali yang kini beroperasi di wilayah Tenggang dan Sringin.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana banjir di seluruh Indonesia, termasuk di Semarang.

banner 325x300

“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh, baik melalui pengerahan peralatan maupun tenaga teknis di lapangan,” ujar Menteri Dody.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro, pada Sabtu (25/10/2025). Ia mengunjungi sejumlah rumah pompa utama di Tenggang, Sringin, Terboyo, Gebangsari, dan Muktiharjo, sambil menginstruksikan percepatan penanganan genangan air.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah percepatan pengadaan dan optimalisasi pompa di lapangan. Sebanyak 27 unit pompa mobile telah dikerahkan, termasuk bantuan dari berbagai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) seperti Brantas, Bengawan Solo, Cimanuk Cisanggarung, Serayu Opak, dan Ciliwung Cisadane. Dukungan juga datang dari Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang.

Tak hanya itu, BBWS Pemali Juana kini tengah mempercepat proses upgrading dua rumah pompa utama: Rumah Pompa Tenggang berkapasitas 12 m³/detik dan Rumah Pompa Sringin berkapasitas 10 m³/detik. Proses peningkatan kapasitas ini ditargetkan rampung pada awal November 2025.

“Dengan total kapasitas mencapai 25.000 liter per detik, kami optimistis genangan air di Kota Semarang akan berkurang signifikan setelah seluruh pompa beroperasi penuh,” terang Dirjen Dwi Purwantoro.

Kementerian PU juga memastikan langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah pantai utara Jawa, termasuk Semarang. Program ini menggabungkan peningkatan kapasitas infrastruktur fisik dengan tata kelola air yang adaptif terhadap cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

sumber: PU

banner 325x300