https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Diskominfo DIY Teguhkan Peran Strategis KIM sebagai Garda Terdepan Literasi Digital

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) makin vital. Tak sekadar penyebar info, KIM kini menjadi ujung tombak literasi digital di akar rumput.

Diskominfo DIY dorong KIM sebagai ujung tombak literasi digital dan jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat di era keterbukaan. Foto: Infopublik.id
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (Diskominfo DIY) menegaskan kembali peran penting Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dalam memperkuat literasi digital dan membangun jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan dalam dialog interaktif bertajuk “Peran Penting KIM dalam Era Keterbukaan Informasi” yang disiarkan langsung dari Studio RRI Yogyakarta melalui kanal YouTube RRI Jogja Official, Selasa (15/7/2025). Acara dipandu oleh host RRI Pro 1 Yogyakarta, Prima Hapsari, dan menghadirkan dua narasumber utama: Kepala Diskominfo DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, serta Ketua Forum KIM DIY, H. Suripto.

banner 325x300

Dalam dialog tersebut, Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa KIM bukan hanya alat penyebar informasi, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengomunikasikan kebijakan dan program pembangunan. “KIM hadir sebagai jembatan informasi, terutama di wilayah yang belum terjangkau media arus utama,” ujarnya.

Lebih jauh, Wahyu menjelaskan bahwa KIM juga berperan sebagai mitra dialog dan pengawas pelaksanaan kebijakan publik. Komunitas ini membantu menyaring dan menyampaikan informasi yang relevan dan akurat, khususnya di tengah banjir hoaks yang mengancam ruang digital saat ini.

H. Suripto menambahkan bahwa peningkatan kapasitas anggota KIM melalui pelatihan jurnalistik warga, literasi media sosial, dan penguatan digital marketing menjadi kebutuhan mendesak. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kabupaten/kota untuk mengatasi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat produksi konten hingga minimnya dukungan anggaran.

Dialog ini tak hanya menjadi ruang tukar gagasan, tapi juga membuka interaksi langsung dengan masyarakat melalui kolom komentar dan sambungan telepon. Banyak partisipan menyampaikan apresiasi atas peran KIM dalam menyampaikan informasi publik, khususnya di wilayah pedesaan.

Menanggapi itu, Wahyu menyampaikan rencana pengembangan aplikasi lokal untuk mendukung kerja KIM, termasuk distribusi informasi desa, pelaporan warga, hingga promosi UMKM.

Siaran langsung RRI Pro 1 ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan eksistensi KIM di ruang digital. Baik Wahyu maupun Suripto sepakat bahwa regenerasi sangat penting, dengan mendorong generasi muda untuk bergabung aktif dalam komunitas ini.

“Informasi yang sehat bermula dari komunitas yang cerdas, kritis, dan berdaya,” pungkas Wahyu Nugroho.

Sumber : Infopublik.id

banner 325x300