https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Gunungkidul Pasang Stiker Keluarga Miskin: Upaya Percepat Penanganan Kemiskinan Berbasis Data

Gunungkidul mulai pasang stiker keluarga miskin untuk pastikan bansos tepat sasaran, lengkap dengan pengawasan dan komitmen penurunan kemiskinan berbasis data. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Gunung Kidul, lokaljawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meluncurkan program pemasangan stiker bagi keluarga miskin prasejahtera penerima bantuan sosial pada Kamis, 11 Desember 2025. Peluncuran dilakukan di rumah salah satu penerima di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk, sebagai langkah awal mengidentifikasi Keluarga Penerima Manfaat agar penanganan kemiskinan lebih tepat sasaran. Plt Kepala Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Markus Tri Munarja, menyatakan bahwa pemasangan stiker ini bertujuan memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar layak, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Program ini juga menjadi tindak lanjut surat edaran Bupati Gunungkidul Nomor 67 Tahun 2025 mengenai kejelasan data dan titik asesmen KPM dalam penyelenggaraan perlindungan sosial.

Markus menjelaskan bahwa pemasangan stiker dilakukan secara serentak di seluruh kapanewon dengan melibatkan tim gabungan, mulai dari Bupati, Forkopimda, panewu, babinsa, babinkamtibmas, lurah, dukuh, RT/RW, hingga SDM MPKH. Pada tahap pertama, program ini menyasar sekitar 9.360 keluarga atau 65 KPM per kalurahan. Selain program stiker, pemerintah juga menyalurkan bantuan bedah rumah untuk tujuh keluarga miskin ekstrem dengan nilai masing-masing Rp50 juta. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dilaksanakan secara paripurna bagi keluarga yang tidak memiliki kemampuan swadaya agar rumah layak huni dapat terbangun sepenuhnya.

banner 325x300

Menurut Markus, pemantauan pemasangan stiker menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan desa hingga masyarakat. Pengawasan kolektif ini dipandang penting agar tidak ada penyimpangan, sekaligus memperkuat budaya kolaborasi dalam menurunkan angka kemiskinan di Gunungkidul. Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan ini bukan sebatas penandaan, tetapi wujud komitmen bersama menyelesaikan persoalan kemiskinan melalui data yang valid dan program tepat sasaran.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menegaskan bahwa program ini lahir dari banyaknya keluhan warga yang merasa miskin namun tidak menerima bantuan. Karena itu, identifikasi yang jelas melalui stiker penting agar tidak ada lagi tumpang tindih penerima. Ia menekankan bahwa indikator kemiskinan tidak dilihat dari kepemilikan motor atau rumah yang masih dalam cicilan, melainkan kondisi kerentanan dan kemampuan ekonomi secara riil. Endah juga menyoroti penyalahgunaan bansos, terutama penggunaan bantuan untuk judi online yang tercatat paling banyak terjadi di Gunungkidul dibanding wilayah lain di DIY, sehingga menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian dan kejaksaan.

Bupati menyampaikan peringatan tegas kepada penerima manfaat bahwa melepas atau memindahkan stiker ke dalam rumah karena malu dianggap sebagai pengunduran diri dari program. Ia menegaskan bahwa ketentuan ini harus dipahami sejak awal agar tidak ada alasan ketidaktahuan di kemudian hari. Endah menutup arahannya dengan menekankan pentingnya gotong-royong dan edukasi masyarakat, menyebut bahwa akar kemiskinan kerap muncul dari kemalasan dan kurangnya pengetahuan, sehingga perubahan perilaku menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kemiskinan.

Sumber : gunungkidulkab.go.id

banner 325x300