https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Indonesia Berhasil Penuhi Sertifikasi Bebas Cs-137, Ekspor Udang ke AS Kembali Mengalir

Indonesia penuhi standar bebas Cs-137 FDA; ekspor udang ke AS kembali meningkat dengan ratusan kontainer tersertifikasi sejak Oktober. Foto: Humas KKP
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,lokaljawa.com — Indonesia kembali menegaskan posisi sebagai eksportir udang andal setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil memenuhi standar sertifikasi bebas Cesium-137 (Cs-137) yang diwajibkan oleh United States Food and Drug Administration (FDA). Sebagai Certifying Entity (CE), KKP memastikan seluruh proses pengujian memenuhi ketentuan keamanan pangan Amerika Serikat.

Kesuksesan ini ditandai dengan pelepasan ekspor udang bersertifikat bebas radionuklida ke AS melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Tanjung Perak, Surabaya pada Rabu (3/12/2025).

banner 325x300

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa ekspor perdana pascapemenuhan standar FDA ini merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan industri udang nasional. “Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat dari kontaminasi bahan radioaktif dan memastikan ekonomi hulu-hilir industri udang kembali pulih,” ujarnya.

Sebanyak 10 kontainer dikirim ke berbagai pelabuhan tujuan di Amerika Serikat, antara lain Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami. Empat kontainer diberangkatkan dari Tanjung Priok, sementara enam lainnya melalui Tanjung Perak.

Menteri Trenggono merinci, sejak Import Alert #99-52 diberlakukan pada 31 Oktober 2025, KKP segera mempercepat proses sertifikasi bebas Cs-137. Hasilnya, hingga 3 Desember, total 313 kontainer dengan volume 5,4 ribu ton telah berhasil disertifikasi dan dikapalkan. Nilai ekspor tersebut mencapai USD 58,68 juta atau sekitar Rp974,04 miliar.

KKP juga menyiapkan pelepasan ekspor lanjutan pada 4, 5, dan 6 Desember 2025 sebanyak 79 kontainer, dengan total volume 1,6 ribu ton senilai USD 14,58 juta. Hingga akhir tahun, proyeksi total ekspor diperkirakan mencapai 292 kontainer dengan volume 5,07 ribu ton dan nilai USD 54,74 juta atau Rp908,71 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari efisiensi koordinasi lintas sektor dalam menangani kontaminasi Cs-137. “Ini pesan kuat bahwa Indonesia mampu memenuhi standar global. Ada masalah, kita tangani cepat,” tegasnya.

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) juga mengapresiasi langkah pemerintah, mulai dari Kemenko Bidang Pangan, KKP, BAPETEN, BRIN, hingga Gegana Polri. Ketua AP5I, Saut Hutagalung, menyebut keberhasilan ini mengirim sinyal positif bagi pasar global.

“Pelepasan ekspor hari ini menjadi pesan bagi konsumen dalam negeri maupun USFDA bahwa Indonesia mampu memenuhi standar keamanan. Industri udang kini mulai kembali bergerak normal,” ujarnya. Saut memastikan seluruh pelaku usaha di bawah AP5I berkomitmen mengikuti regulasi demi masa depan industri perikanan yang kuat.

Sumber : Infopublik

banner 325x300