https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

MUI Bojonegoro Resmi Dikukuhkan, Bupati Tekankan Penguatan Moral dan Toleransi Umat

MUI Bojonegoro masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan. Bupati Setyo Wahono tekankan peran MUI dalam penguatan moral dan toleransi umat. foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Bojonegoro – Pengurus Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro Masa Khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Prosesi pengukuhan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (30/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa MUI memiliki peran vital sebagai penjaga akhlak dan moral masyarakat, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Tantangan pembangunan, menurutnya, tidak hanya berwujud fisik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter generasi muda.

banner 325x300

Bupati juga mengapresiasi komposisi kepengurusan MUI yang dinilai inklusif dan representatif. Kepengurusan tersebut melibatkan berbagai unsur organisasi keislaman seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, tokoh pesantren, hingga perwakilan Kementerian Agama.

“Saya sangat bersyukur melihat kebersamaan para tokoh hari ini. Semua unsur hadir dan tidak ada yang tertinggal. Ini adalah energi besar bagi Bojonegoro,” ujar Setyo Wahono.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menjadi mitra strategis MUI dalam menjalankan peran sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Sodiqul Ummah (mitra pemerintah). Menurutnya, pembangunan daerah idealnya berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak mulia.

“Tugas terberat kita adalah menjaga moral generasi mendatang agar selamat di dunia dan akhirat. Pembangunan harus berpijak pada nilai-nilai tersebut,” tegasnya.

Selain penguatan moral, Bupati juga mengajak MUI berperan aktif menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai harmoni sosial bukan hanya tanggung jawab Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tetapi juga menjadi tugas kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk MUI.

Ia turut mengapresiasi kinerja MUI periode sebelumnya yang telah melahirkan inovasi, salah satunya digitalisasi layanan sertifikasi halal. Setyo Wahono berharap kepemimpinan baru di bawah Ketua MUI Bojonegoro, Alamul Huda atau Gus Huda, dapat melanjutkan inovasi tersebut sekaligus memberi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.

“Kami membutuhkan pengingat dari para kiai dan ulama agar tetap berada di jalan yang benar. Mari kita jaga kerukunan demi Bojonegoro yang lebih baik dan membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bojonegoro terpilih, Alamul Huda, menyampaikan bahwa MUI merupakan rumah besar bagi seluruh komponen umat Islam. Ia berkomitmen menjadikan MUI sebagai wadah kolaboratif yang menyatukan tokoh dan organisasi keislaman untuk melayani umat serta mendampingi pemerintah.

“MUI adalah rumah kita bersama. Kami hadir untuk menjaga umat, memperkuat ukhuwah, dan menjadi mitra pemerintah. Tugas ini berat, tetapi dengan kebersamaan, insya Allah dapat dijalankan,” kata Gus Huda.

Ia juga memaparkan sejumlah program kerja ke depan, mulai dari penguatan ukhuwah Islamiyah, pemberdayaan UMKM umat, hingga pengembangan dakwah digital. Gus Huda pun memohon doa dan dukungan agar seluruh program tersebut dapat berjalan optimal demi kemaslahatan umat dan daerah.

sumber: Infopublik.id

banner 325x300