Lokaljawa, Sleman – Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Musrenbang yang berlangsung di Ruang Puntadewa, Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan, mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui Transformasi Digital Didukung Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas”. Forum ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Tenaga Ahli Komisi C DPRD Sleman, perwakilan OPD terkait, Panewu Seyegan Agung Endarta beserta jajaran, Kapolsek Seyegan, Pendamping Desa, TKSK, Ketua KIM, lurah, BPKal, ulu-ulu, hingga unsur PKK se-Kapanewon Seyegan.
Panewu Seyegan Agung Endarta menjelaskan, perencanaan pembangunan tahun 2027 harus realistis dan adaptif terhadap kebijakan rasionalisasi anggaran. Dampak efisiensi tersebut, kata dia, sudah dirasakan sejak 2026, salah satunya dengan ditiadakannya sejumlah kegiatan PUPM.
“Untuk tahun 2027, pagu alokasi PUPM yang semula Rp3,2 miliar dipotong menjadi Rp1,6 miliar. Dengan kondisi ini, kegiatan yang belum terdanai masih bisa diusulkan kembali, tentu dengan penyesuaian skala prioritas,” ujar Agung.
Hal tersebut diperkuat Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Sleman, Hanggya Hari Untoro. Ia menyebut rasionalisasi anggaran pada 2026 mencapai 62,5 persen, dan pada 2027 efisiensi masih berlanjut dengan pengurangan pagu sekitar 50 persen.
“Kita harus realistis. Perencanaan ke depan harus benar-benar berbasis prioritas dan kebutuhan riil masyarakat,” tegas Hanggya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan data wilayah sebagai dasar perencanaan, mulai dari kondisi demografi, rasio gini, tingkat pengangguran, kemiskinan, hingga stunting, agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, sejumlah program strategis tetap dirancang. Salah satunya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berkapasitas 450 ton per hari yang akan dikerjakan bersama Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.
Di sektor infrastruktur, ditetapkan tiga ruas jalan prioritas per kalurahan, serta program penerangan jalan umum melalui skema kemitraan dengan pihak swasta. Sementara itu, pembangunan padukuhan direncanakan dengan alokasi sementara Rp25 juta per padukuhan, dengan catatan masih menunggu penyesuaian regulasi teknis.
Pada sesi paparan, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, menyampaikan total pagu anggaran usulan mencapai Rp11.249.035.000. Anggaran tersebut bersumber dari PUPM sebesar Rp1,6 miliar, Non PUPM Rp4,3 miliar, BKK Murni Rp600 juta, serta Dana Keistimewaan sebesar Rp4,8 miliar.
Pagu PUPM tersebut direncanakan untuk mendanai 42 kegiatan yang terdiri atas 59,68 persen kegiatan fisik dan 40,32 persen kegiatan nonfisik, yang menyasar 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Musrenbang RKPD 2027 Kapanewon Seyegan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk kesepakatan bersama seluruh peserta, sekaligus komitmen kolektif dalam mengawal perencanaan pembangunan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
sumber: Infopublik.id
















