Yogyakarta, 13 November 2025, Lokal Jawa— Perjuangan pasangan ganda putri Indonesia Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhyifa harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari unggulan pertama asal Chinese Taipei, Lin Chih-Chun/Lin Wan Ching, dengan skor 21-12, 12-21, 14-21.
Pada gim pertama, Nabila dan Nahya tampil percaya diri dan mampu mengontrol permainan. Nabila menyebut bahwa segala pola berjalan sesuai rencana.
“Game pertama kami percaya diri dan permainan kami berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Namun kondisi berbeda terjadi di gim kedua ketika mereka mendapat posisi menang angin.
“Game kedua karena menang angin kami jadi terlalu berhati-hati,” kata Nabila.
Memasuki gim ketiga, pasangan Indonesia sebenarnya kembali menemukan ritme permainan, tetapi fokus yang sempat hilang membuat mereka gagal mempertahankan momentum.
“Di game ketiga di awal main sudah enak sama seperti game pertama, namun tiba-tiba fokusnya hilang.”
Nabila mengakui bahwa lawan memiliki keunggulan dari segi kesabaran dan pengalaman.
“Keunggulan lawan tadi, mereka lebih sabar dan mereka juga lebih banyak pengalaman. Harusnya kami lebih percaya diri karena tidak ada beban, tadi pun sebenarnya sudah berusaha maksimal.”
Nahya menambahkan beberapa catatan evaluasi untuk pertandingan ke depan.
“Untuk evaluasi kami ke depannya, dimatangkan lagi pukulan-pukulannya, lebih dinikmati lagi mainnya, jangan gampang mati-mati sendiri terutama di bola-bola yang seharusnya tidak perlu mati.”
Meski langkah terhenti, keduanya menilai pengalaman menghadapi pasangan unggulan menjadi modal penting untuk turnamen-turnamen selanjutnya.
Sumber : pbsi.id
















