https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

ORI Campak Rubela di Sumenep Capai 60,8 Persen, Dinkes Genjot Imunisasi Anak

Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela di Sumenep terus digencarkan. Hingga hari ke-11, baru 60,8 persen anak yang divaksin, namun Dinas Kesehatan optimistis target segera tercapai. Beberapa Puskesmas bahkan mencatat capaian luar biasa, menjadi contoh bagi wilayah lain.

ORI Campak Rubela di Sumenep capai 60,8%, DKP2KB genjot imunisasi anak, edukasi masyarakat, dan perkuat kerja sama lintas sektor. Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) bersama 26 Puskesmas masih terus mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR). Hingga hari ke-11, cakupan imunisasi tercatat 60,8 persen dari total sasaran 73.969 anak.

Kepala DKP2KB Sumenep, Ellya Fardasah, menyebut hingga Jumat (5/9/2025) pukul 16.00 WIB, sudah 44.944 anak menerima imunisasi. “Meskipun capaian masih di angka 60,8 persen, kami terus mendorong percepatan dengan dukungan lintas sektor agar target segera tercapai,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

banner 325x300

Capaian imunisasi per kelompok usia:

  • 9–12 bulan: 1.643 dari 3.404 anak (48,3 persen)

  • 12–47 bulan: 14.557 dari 31.237 anak (46,6 persen)

  • 4–6 tahun: 19.019 dari 26.308 anak (72,3 persen)

  • 7 tahun: 9.725 dari 13.020 anak (74,7 persen)

Puskesmas Giligenting menjadi yang tertinggi, dengan capaian 87,6 persen (1.371 dari 1.565 anak), sementara Puskesmas Dungkek masih terendah, 24,4 persen (576 dari 2.362 anak).

Ellya mengapresiasi kinerja Puskesmas Giligenting dan berharap kerja sama lintas sektor di wilayah tersebut menjadi contoh bagi puskesmas lain. “Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan tokoh masyarakat harus diperkuat agar orang tua semakin paham pentingnya imunisasi campak,” katanya.

Selain penyediaan vaksin dan logistik, DKP2KB juga melakukan edukasi masyarakat, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta menata fasilitas kesehatan dengan ruang isolasi bagi pasien campak. Survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data lapangan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kasus.

Ellya menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. “Segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda campak. Kepatuhan terhadap imunisasi adalah kunci mencegah dan menanggulangi wabah,” pungkasnya.

Sumber: Infopublik.id

banner 325x300