https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pakoe Boewono XIV Resmi Jumeneng: Era Baru Karaton Surakarta Dimulai dari Watu Gilang

Pakoe Boewono XIV resmi jumeneng di Karaton Surakarta Hadiningrat, menandai awal era baru penuh budaya dan sejarah yang sakral. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Surakarta, Lokal Jawa— Karaton Surakarta Hadiningrat pagi itu dipenuhi aura kesakralan. Sejak fajar, para Abdi Dalem menyiapkan pelataran, sesaji, dan perangkat upacara untuk menyambut Jumeneng Dalem Pakoe Boewono XIV. Udara lembap musim pancaroba menambah nuansa magis yang jarang terasa.

Keluarga besar Dalem, Abdi Dalem, ratusan tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri, serta ribuan masyarakat yang memadati rute kirab, menjadi saksi sejarah kelahiran era baru Karaton.

banner 325x300

Puncak upacara berlangsung di Watu Gilang, batu keramat tempat para raja Mataram meneguhkan legitimasi kepemimpinan. Pakoe Boewono XIV membacakan Sabda Dalem dengan suara mantap, mengikrarkan tiga janji utama: memimpin sesuai syariat Islam dan paugeran Karaton, mendukung NKRI lahir dan batin, serta menjaga warisan budaya leluhur.

Upacara inti dimulai pukul 10.00 WIB di Dalem Ageng dan Siti Hinggil. Kirab agung dimulai pukul 11.50 WIB, menempuh jalur tradisional dari Kagungan Dalem Siti Hinggil menuju Sasana Sumewa, Alun-alun Lor, Gladag, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Perempatan Gemblegan, Kusumanagaran, hingga kembali ke Gladag.

Jumeneng Dalem menegaskan keberlanjutan tradisi Karaton Surakarta di tengah dunia modern. Prosesi ini bukan hanya ritual adat, tetapi simbol stabilitas budaya, spiritual, dan moral yang mengikat masyarakat dengan sejarahnya.

Sampeyan Dalem melangkah dengan tenang diiringi gamelan laras pelog barang. Saat pembacaan Sabda Dalem di Watu Gilang, banyak yang meneteskan air mata, menyaksikan lahirnya era baru Karaton. Setelah itu, meriam salvo ditembakkan sebagai penghormatan. Prosesi kondur Dalem menutup rangkaian, menegaskan era pemerintahan baru yang penuh harapan.

Pernyataan resmi Karaton disampaikan GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani. “Hari ini Karaton memasuki babak baru penuh harapan. Sabda Dalem yang disampaikan di Watu Gilang bukan hanya ikrar kepemimpinan, tetapi restu sejarah yang mengikat kita semua untuk menjaga kelestarian budaya Mataram,” ujarnya.

Dengan prosesi sakral, kirab agung megah, dan sorak-sorai masyarakat, era Pakoe Boewono XIV resmi dimulai—menjadi awal sejarah baru Karaton Surakarta Hadiningrat yang menegaskan relevansi paugeran adat dalam dunia modern.

banner 325x300