https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pemkot Semarang Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Lomba Masak Non Beras

Suasana HUT RI ke-80 di Semarang semakin meriah dengan digelarnya lomba masak pangan non beras. Tak hanya jadi ajang seru-seruan, kegiatan ini juga mengangkat potensi pangan lokal yang bisa bernilai ekonomi.

Pemkot Semarang gelar lomba masak non beras di HUT RI ke-80, angkat potensi pangan lokal jadi sumber kesehatan dan peluang ekonomi. Foto: Humas Kota Semarang
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Semarang — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar lomba masak pangan non beras di halaman Balai Kota, Minggu (17/8), seusai upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Sebanyak 51 tim dari Dharma Wanita Persatuan Unit OPD ikut berpartisipasi, menyajikan menu utama, kudapan, hingga minuman khas berbasis resep Mustikarasa.

Wali Kota Semarang, Agustina, mengatakan lomba ini menjadi wujud keceriaan masyarakat sekaligus sarana edukasi pentingnya diversifikasi pangan. “Kenyang tidak harus nasi. Kalau masyarakat mau mengolah bahan pangan sekitar dengan kreatif, kita bisa mandiri. Diversifikasi pangan bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga bisa menjadi sumber ekonomi keluarga,” ujarnya.

banner 325x300

Kemeriahan acara terlihat dari beragam inovasi kuliner yang dihadirkan peserta. Tim Kelurahan Panggung Kidul, Semarang Utara, misalnya, menyajikan Lontong Sukun serta Buntil Lembayung Isi Ikan Nila dan Jantung Pisang. Menurut salah satu anggota tim, Asih, kreasi itu lahir secara spontan dan dipersiapkan hanya dalam semalam.

“Ide muncul karena kami ingin menggunakan bahan benar-benar lokal, tanpa beras dan terigu. Daun lembayung dan jantung pisang kami petik langsung dari sekitar kelurahan,” jelas Asih yang juga memiliki usaha katering. Ia menambahkan, kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan pengalaman berharga dalam mengolah pangan lokal dengan cara baru.

Pemkot Semarang berharap lomba ini dapat melahirkan inspirasi nyata, memperkuat branding kota sebagai daerah kaya pangan bergizi, serta membuka peluang usaha berbasis produk lokal.

banner 325x300