LokalJawa – Yogyakarta
Upaya pengendalian HIV dan AIDS di Kota Yogyakarta terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama UPKM/CD Bethesda YAKKUM menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektor Upaya Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS Berbasis Komunitas yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kamis (5/2/2026), di Aula Lantai 5 RS Pratama Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas dalam mendukung pencapaian target nasional dan global 95–95–95. Target tersebut menekankan bahwa 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen yang mengetahui statusnya mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), dan 95 persen yang menjalani terapi mencapai supresi virus.
Sebagai kota pendidikan dan pariwisata dengan mobilitas penduduk yang tinggi, Yogyakarta memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian HIV dan AIDS. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas serta pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Penandatanganan PKS antara Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan UPKM/CD Bethesda YAKKUM menandai pembaruan komitmen kerja sama dalam pelaksanaan Program Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS di Wilayah Rentan periode Juli 2025 – Juni 2028. Kerja sama ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendekatan struktural, biomedis, serta perubahan perilaku dengan pemberdayaan komunitas sebagai ujung tombak pencegahan dan pendampingan.
Direktur UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wahyu Priyo Saptono, S.Pd., MPD. menyampaikan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menjangkau populasi rentan, meningkatkan kesadaran deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, serta memberikan dukungan psikososial bagi ODHIV dan keluarganya.
Pertemuan ini diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari unsur perangkat daerah, puskesmas, rumah sakit, kemantren, kelurahan, Warga Peduli AIDS (WPA), organisasi masyarakat sipil, serta jurnalis. Dalam forum ini, peserta mendapatkan pemaparan terkait situasi epidemi dan kebijakan pengendalian HIV dan AIDS, konsep program terpadu periode 2025–2028, serta diskusi mengenai sinergi implementasi layanan kesehatan berbasis komunitas yang inklusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, dan konsolidasi peran antar pemangku kepentingan. Sinergi yang solid dan berkelanjutan diyakini akan meningkatkan efektivitas program, memperluas cakupan layanan, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan HIV dan AIDS. Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen mendukung kebijakan dan penguatan sistem layanan kesehatan yang inklusif, sekaligus memastikan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dan mitra strategis.
















