https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Petani Tembakau Lumajang Punya Harapan Baru dengan 54 Gudang Pengering dari Pemkab

Petani tembakau Lumajang kini semakin optimistis menatap masa depan. Sebanyak 54 gudang pengering baru dibangun Pemkab melalui dana cukai, membuka jalan bagi panen lebih berkualitas dan bernilai tinggi.

Pemkab Lumajang bangun 54 gudang pengering tembakau dari dana cukai untuk tingkatkan kualitas panen dan kesejahteraan petani. foto: istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Lumajang – Senyum petani tembakau varietas white burley di Lumajang semakin lebar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang resmi mengalokasikan Rp891 juta untuk membangun 54 unit gudang pengering tembakau yang tersebar di tujuh kecamatan penghasil utama.

Program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 ini menyasar 31 kelompok tani. Gudang pengering dipandang sebagai fasilitas vital yang menentukan kualitas pascapanen.

banner 325x300

“Dengan adanya gudang ini, petani bisa menjaga kadar kering tembakau lebih optimal. Kualitas meningkat, daya saing di pasar pun lebih tinggi,” ujar Kepala Bidang Perkebunan DKPP Lumajang, Mamiworo, Selasa (16/9/2025).

Setiap gudang berukuran 14 x 8,4 meter, berkapasitas setara panen satu hektare atau sekitar 7.500 pohon tembakau. Dengan biaya pembangunan Rp16,5 juta per unit, bangunan ini diperkirakan bisa digunakan hingga lima tahun. Selain fasilitas fisik, Pemkab juga memberikan sosialisasi dan pendampingan teknis bagi para petani.

Penyaluran bantuan dilakukan selektif, dengan verifikasi lahan, data kelompok tani aktif, serta rekomendasi dari PT Alliance One Indonesia (AOI). Langkah ini diharapkan membuat program lebih tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi petani.

Bagi petani, gudang pengering ibarat ruang penyelamat. Selama ini, banyak panen kehilangan nilai jual akibat proses pengeringan tidak maksimal. Kini, mereka lebih percaya diri menghadapi pasar lokal maupun industri rokok nasional.

“Selain bermanfaat jangka pendek, kami ingin fasilitas ini menjadi ruang belajar. Petani tidak hanya mengeringkan tembakau, tapi juga meningkatkan keterampilan mengelola hasil panen,” tambah Mamiworo.

Pemkab Lumajang menilai keberadaan gudang pengering adalah bagian dari strategi besar membangun kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Dari hulu hingga hilir, dukungan diberikan agar hasil pertanian tembakau tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi desa.

sumber: infopublik.id

banner 325x300