LokalJawa – Yogyakarta
Rapat Kerja Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY menegaskan komitmen penguatan kemitraan strategis antara insan pers dan lembaga legislatif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan bertajuk “Sambung Rasa” tersebut digelar di Gedung DPRD DIY pada Sabtu (14/2), dihadiri pengurus dan anggota PWI DIY serta mitra kerja legislatif.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, dalam sambutannya mengajak media untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan kritik yang konstruktif. Ia menegaskan transparansi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyat.
“Media adalah mitra strategis dewan. Kritik yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam raker tersebut, PWI DIY juga menyepakati pembentukan tim peningkatan kompetensi wartawan dengan target pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) minimal sekali dalam setahun. Program ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme serta kualitas produk jurnalistik di tengah tantangan disrupsi digital.
Selain itu, PWI DIY menetapkan langkah strategis dengan membentuk panitia ad hoc untuk memperjuangkan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional bidang jurnalistik. Udin dikenal sebagai wartawan yang wafat pada 1996 saat menjalankan tugas, dan hingga kini kasusnya masih menyisakan tanda tanya besar dalam sejarah pers di Yogyakarta.

Pembahasan raker juga menyoroti agenda pembangunan Grha Pers Pancasila sebagai pusat penguatan profesionalisme dan ideologi pers di DIY. Gagasan ini merupakan tindak lanjut arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X agar pers terus menjaga standar etika, akurasi, dan tanggung jawab publik di tengah maraknya hoaks dan polarisasi informasi.
Program tersebut selaras dengan Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang menekankan peran pers dalam membangun persatuan dan mencegah intoleransi melalui penyebaran informasi yang benar.
Raker turut mendapat masukan dari tokoh-tokoh senior, antara lain Edy Suandi Hamid, Esti Susilarti, dan Ki Bambang Widodo. Kehadiran para penasehat dan dewan pakar ini memperkuat arah kebijakan PWI DIY agar tetap berlandaskan nilai luhur jurnalistik serta kepentingan masyarakat luas.
Melalui sinergi yang terbangun antara media dan legislatif, diharapkan fungsi kontrol sosial, transparansi pemerintahan, dan kualitas demokrasi di Yogyakarta dapat berjalan seiring demi kesejahteraan masyarakat. PWI DIY pun diingatkan untuk terus menjadi benteng kebenaran dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
















