https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Rama Sahid Blak-blakan: Tanpa Branding & Digital, Konveksi Siap-Siap Kalah

Seminar Gaya Bisnis 2026 di Yogyakarta menghadirkan Rama Sahid yang membongkar strategi bisnis dan marketing konveksi agar tetap eksis dan jualan laris di era digital. foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Yogyakarta – Persaingan bisnis konveksi dan sablon dinilai semakin ketat seiring perubahan perilaku konsumen yang kian digital. Pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap bertahan dan berkembang. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Gaya Bisnis 2026 yang digelar HAAP MEDIA berkolaborasi dengan Guyub Sablon Bantul.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Emerald Yogyakarta, Minggu (14/12/2025), dan menghadirkan Rama Sahid, trainer dan konsultan bisnis, sebagai pemateri. Peserta seminar berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bantul hingga luar wilayah seperti Lombok, Tangerang, dan Magelang.

banner 325x300
Foto: Istimewa

Dalam pemaparannya, Rama Sahid menekankan bahwa pelaku usaha konveksi tidak bisa lagi hanya mengandalkan harga murah. Menurutnya, kejelasan positioning dan diferensiasi menjadi faktor penting agar bisnis mudah dikenali dan dipercaya konsumen.

“Jika positioning bisnis tidak jelas, maka usaha akan dianggap sama dengan kompetitor lainnya. Padahal, konsumen saat ini cenderung mencari vendor yang memiliki spesialisasi,” ujar Rama Sahid.

Ia juga menyoroti pentingnya Unique Selling Point (USP) sebagai keunggulan pembeda. Rama menyebut, usaha kecil justru memiliki peluang besar untuk bersaing jika mampu menonjolkan keunikan dan nilai tambah yang dimiliki.

Selain itu, Rama Sahid menegaskan peran branding dan pemasaran digital di era media sosial. Ia menjelaskan, kehadiran digital yang konsisten melalui konten proses produksi, testimoni pelanggan, dan storytelling dinilai mampu membangun kepercayaan konsumen secara lebih cepat.

“Di era digital, kualitas harus dibuktikan melalui konten. Konsumen ingin melihat proses dan bukti nyata sebelum memutuskan,” katanya.

foto: Istimewa

Seminar berlangsung dalam suasana kondusif dan interaktif. Peserta aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis konveksi dan sablon.

Penyelenggara menyampaikan bahwa Seminar Gaya Bisnis 2026 akan menjadi agenda berkelanjutan. Kegiatan ini direncanakan digelar rutin setiap empat bulan sekali, serta dilengkapi kelas mingguan bagi pelaku usaha pemula.

Melalui kegiatan tersebut, HAAP MEDIA dan Guyub Sablon Bantul berharap pelaku usaha konveksi dan sablon semakin siap menghadapi tantangan industri ke depan dan mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan menuju 2026.

banner 325x300