https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Sambangi Tokoh Nasrani Jelang Natal 2025, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Perkuat Soliditas Antar Umat Beragama

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sambangi tokoh Nasrani jelang Natal 2025 untuk memperkuat toleransi dan soliditas antar umat beragama Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, 22 Desember 2025, lokaljawa – Menjelang perayaan Natal 2025, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya dalam menjaga kondusivitas kota serta memperkuat soliditas antar umat beragama. Hal itu disampaikannya saat melakukan pantauan perayaan Natal sekaligus kunjungan silaturahmi ke tokoh agama Nasrani bersama Forkopimda Kota Semarang, jajaran Pemerintah Kota Semarang, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menekankan pentingnya dialog dan kebersamaan lintas iman untuk memastikan suasana Kota Semarang tetap hangat, sejuk, dan damai hingga akhir tahun 2025.

banner 325x300

“Saya hari ini ingin bertemu teman-teman untuk ngobrol sebenarnya. Ngobrol untuk sampai dengan akhir tahun 2025, bagaimana kita dapat bersama-sama bergotong-royong, menjaga kondusivitas dan toleransi, kehangatan, kesejukan, dan kedamaian Kota Semarang,” ujar Agustina.

Rombongan melakukan kunjungan ke JKI Injil Kerajaan – Holy Stadium di kawasan Grand Marina, serta menyambangi kediaman Pendeta Indriyana di Semarang Barat, Minggu (21/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memastikan perayaan Natal berlangsung aman dan penuh rasa persaudaraan.

Agustina menilai para tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat, terlebih di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi. Menurutnya, setiap pemuka agama dan elemen masyarakat memikul tanggung jawab bersama untuk saling melindungi dan menjaga ruang hidup agar tetap harmonis.

Ia juga menyampaikan bahwa FKUB mendorong adanya ajakan bersama dari Pemerintah Kota Semarang kepada seluruh umat beragama untuk senantiasa berdoa di tempat ibadah masing-masing. Kekuatan spiritual dan kebersamaan lintas iman diyakini mampu menciptakan suasana kota yang kondusif, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, Kota Semarang memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam menjaga toleransi. Oleh karena itu, komunikasi yang intens dan pertemuan rutin lintas agama dinilai menjadi kunci dalam memperkuat soliditas sosial.

“Semakin kita sering bertemu, semakin kita sering berdoa, saya meyakini Kota Semarang akan tetap menjadi kota yang damai. Tempat kita tinggal, tempat kita tumbuh,” kata Agustina.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan umat beragama tidak hanya bersifat momentum menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dirancang secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Semarang berencana memperbanyak forum kebersamaan lintas iman pada tahun 2026 mendatang.

“Untuk tahun 2026, mungkin kita akan lebih sering berkumpul dengan pendeta, dengan FKUB dan tokoh agama lain. Kita buat rancangan tahun 2026 ini menjadi semakin indah untuk Kota Semarang,” pungkasnya.

banner 325x300