LokalJawa – Yogyakarta
Dunia seni tradisional Yogyakarta kembali berduka. Seniman ketoprak dan dagelan Mataram, Sumisih Yuningsih yang dikenal luas dengan nama panggung Yu Beruk atau Mbok Dhe Beruk, meninggal dunia pada Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 08.40 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Kabar wafatnya Yu Beruk disampaikan oleh seniman dan budayawan Yogyakarta, Bambang Paningron. Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang selama ini dikenal penuh dedikasi terhadap seni tradisional.
“Beliau berpulang dengan tenang pagi ini. Dunia seni tradisi kehilangan salah satu figur terbaiknya,” ungkap Bambang saat dihubungi, Sabtu (14/02/2026).
Menurut Bambang, Yu Beruk telah lama mengalami gangguan kesehatan, namun tetap berupaya aktif berkarya dalam berbagai kegiatan seni, baik siaran langsung maupun pertunjukan panggung. Beberapa waktu terakhir, almarhumah sempat beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepergian Yu Beruk dinilai sebagai kehilangan besar bagi dunia ketoprak dan dagelan Mataram di Yogyakarta. Sosoknya dikenal sebagai seniman yang memiliki pengalaman panjang, kecintaan tulus, serta komitmen kuat dalam melestarikan seni tradisional Jawa.
Yu Beruk mulai mengenal dunia ketoprak sejak kecil mengikuti jejak ayahnya. Ia kemudian mengabdikan hidupnya untuk seni ketoprak, lawak panggung, hingga berbagai pertunjukan tradisional. Karakter Yu Beruk yang kuat, jenaka, spontan, dan dekat dengan masyarakat menjadikannya sosok yang dicintai penonton lintas generasi.
Namanya semakin dikenal publik saat tampil dalam program “Orolan Angkringan” di TVRI Yogyakarta, di mana ia menghadirkan humor khas Yogyakarta yang sarat pesan budaya.
Selain ketoprak, Yu Beruk juga aktif dalam pertunjukan wayang kulit, limbukan, serta berbagai festival seni budaya di Yogyakarta dan sekitarnya. Konsistensinya menjaga tradisi membuatnya dihormati oleh banyak kalangan seniman dan budayawan.
Sepanjang perjalanan kariernya, Yu Beruk menerima sejumlah penghargaan, termasuk Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelestari Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020.
Kepergian Yu Beruk meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta dunia seni tradisi Yogyakarta. Semangat dan dedikasinya diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni budaya Nusantara.
















