https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Siswa MTsN 3 Banyuwangi Raih Perak di IJSO 2025 Rusia, Harumkan Nama Madrasah Indonesia

Reyno, siswa MTsN 3 Banyuwangi, raih perak IJSO 2025 di Rusia dan buktikan madrasah mampu bersaing di ajang sains internasional. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Banyuwangi, lokaljawa.com – Dunia pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional melalui Reyno Felix Altair Hidayat, siswa kelas 9 MTsN 3 Banyuwangi. Reyno berhasil meraih medali perak pada ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) 2025 yang digelar di Sochi, Rusia, pada 23 November hingga 2 Desember 2025. Dari enam delegasi Indonesia, ia menjadi satu-satunya peserta yang membawa pulang medali perak, sementara lima siswa lainnya menyabet medali perunggu.

Kompetisi ini diikuti 123 peserta dari 21 negara dan menguji kemampuan sains terpadu pada bidang fisika, biologi, dan kimia. Para peserta harus melewati rangkaian ujian mulai dari tes teori hingga soal pilihan ganda yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan analisis tinggi. Reyno yang menjadi wakil tunggal dari madrasah mengakui perjalanan menuju ajang internasional ini penuh tantangan, dimulai dari kompetisi tingkat kabupaten hingga akhirnya lolos ke tim nasional yang dibina Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

banner 325x300

Ia menuturkan bahwa soal-soal IJSO memiliki tingkat kesulitan setara materi perkuliahan. Tantangan terbesar terletak pada sesi eksperimen yang menuntut pemahaman lintas disiplin fisika, biologi, dan kimia. Perpaduan materi tersebut membuatnya harus bekerja lebih teliti agar dapat menyelesaikan tiap bagian dengan tepat. Berkat kerja keras, dukungan orang tua, dan pendampingan intensif dari guru madrasah, Reyno mampu menunjukkan performa terbaiknya di panggung internasional.

Prestasi ini sekaligus mengukuhkan bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam mencetak generasi unggul di bidang sains. MTsN 3 Banyuwangi menjadi salah satu bukti bahwa lembaga pendidikan berbasis keagamaan dapat bersaing di tingkat global. Selain medali perak, Reyno juga menerima berbagai penghargaan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional, termasuk uang pembinaan dari OSN, Puspresnas, dan Komite Madrasah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.

Reyno menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tuanya, guru pembimbing Fisika Novi Dwi Ariyanti, serta seluruh pihak madrasah dan Puspresnas yang telah mendukung perjalanannya. Ia berharap prestasi ini dapat menginspirasi siswa madrasah lain untuk meraih mimpi dalam bidang sains.

Sumber : kemenag.go.id

banner 325x300