https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Wali Kota Semarang Soroti Wacana Enam Hari Sekolah, Tekankan Kajian Mendalam yang membuat siswa lebih kreatif

Wali Kota Semarang soroti wacana enam hari sekolah, fokus kajian mendalam dan kegiatan positif anak di luar jam pelajaran. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG,  lokaljawa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mempertimbangkan penerapan enam hari sekolah untuk jenjang SMA/SMK. Menanggapi wacana tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan bahwa Pemkot akan mengambil langkah hati-hati.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pusat. Yang jelas, harus ada kajian mendalam dari Bappeda sebelum mengambil keputusan,” ujar Agustina di kantornya, Senin (24/11).

banner 325x300

Pemkot Semarang menekankan pentingnya analisis menyeluruh sebelum kebijakan diterapkan. Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan enam hari sekolah berlaku juga untuk jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, asalkan hasil kajian menunjukkan manfaat yang jelas bagi siswa dan keluarga.

Agustina menambahkan, apabila sekolah kembali berjalan enam hari, sore hari dapat diisi dengan beragam kegiatan pengembangan diri seperti mengaji, les menari, atau pelatihan keterampilan di tingkat RT. Aktivitas ini dinilai mampu memperkaya pengalaman anak dan memberikan bekal tambahan untuk masa depan.

“Anak-anak bisa mengikuti kegiatan sore yang positif, seperti mengaji atau les menari. Ini bisa jadi keterampilan tambahan dan menghindarkan mereka dari hal-hal negatif,” jelasnya.

Selain seni dan agama, Pemkot juga mendorong les tambahan seperti Bahasa Inggris atau Matematika untuk menunjang kemampuan akademik siswa. Bahkan kegiatan seni seperti menari dapat dipresentasikan dalam acara kampung, seperti perayaan Agustusan, sehingga anak mendapat pengalaman nyata di luar kelas.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang, Setyo Budi, menambahkan bahwa pelaksanaan sekolah lima hari sejauh ini berjalan lancar. Ia menekankan, jika enam hari sekolah diterapkan, perlu uji coba seperti saat penerapan lima hari sekolah sebelumnya untuk memastikan kesiapan sekolah, guru, dan siswa.

Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar setiap keputusan terkait pendidikan dibuat matang, terukur, dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak serta keluarga.

banner 325x300