https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

1.334 Honorer Tanah Datar Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Bupati Eka Putra: Bentuk Apresiasi Pengabdian

Sebanyak 1.334 honorer Tanah Datar resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Kebijakan ini ditegaskan Bupati Eka Putra sebagai bentuk apresiasi pengabdian. (foto: MC Sumbar)
banner 120x600
banner 468x60

Tanah Datar, lokaljawa — Penantian panjang para tenaga honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatra Barat, akhirnya berbuah manis. Sebanyak 1.334 pegawai honorer resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada penghujung 2025.

Pengangkatan tersebut menjadi momentum penting, tidak hanya bagi para honorer, tetapi juga bagi pemerintah daerah yang tengah berada dalam masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi sejak akhir November lalu. Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemkab Tanah Datar dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

banner 325x300

Prosesi pengangkatan ditandai dengan apel bersama dan pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat, serta keluarga peserta pelantikan.

Bupati Eka Putra menegaskan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu telah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025.

“PPPK Paruh Waktu adalah ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja, memiliki Nomor Induk Kepegawaian, dan menerima upah sesuai ketersediaan anggaran instansi pemerintah, dengan besaran yang diterima selama menjadi non-ASN, dengan masa kerja satu tahun terhitung mulai 1 Oktober 2025 sampai 30 September 2026,” jelas Eka Putra.

Dari total 1.334 PPPK Paruh Waktu yang dilantik, Bupati merinci terdapat 177 tenaga guru, tiga tenaga kesehatan, dan 1.154 tenaga teknis yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian tenaga honorer yang telah bekerja mulai dari dua tahun hingga puluhan tahun.

“Pemerintah daerah telah berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada tenaga honorer yang terabaikan. Ini adalah penghargaan atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan,” ujarnya.

Pelantikan tersebut juga dinilai menjadi penguat moral aparatur di tengah kondisi daerah yang masih berada dalam masa tanggap darurat bencana, yang diperpanjang hingga 27 Desember 2025.

“Kami sangat menghargai semangat kerja keras bapak dan ibu semua yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan Tanah Datar. Di masa bencana, banyak tenaga non-ASN yang ikut turun ke lapangan bersama ASN lainnya,” kata Eka Putra.

Dalam arahannya, Bupati mengingatkan seluruh ASN, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu agar tidak memandang pekerjaan semata dari sisi materi.

“Niatkan setiap tugas sebagai ibadah untuk membantu masyarakat dan daerah. Bekerjalah secara profesional dan selalu bersyukur,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kinerja akan terus dilakukan secara berkala, dan pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas bagi pegawai yang melanggar disiplin.

“Saya tidak akan segan memberikan peringatan, hukuman, bahkan memutus kontrak kerja bagi pegawai yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Eka Putra mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK Paruh Waktu yang baru dilantik dan berharap pengangkatan tersebut mampu meningkatkan motivasi kerja dalam membangun Tanah Datar yang lebih maju sesuai bidang tugas masing-masing.

Sementara itu, Ahmad, salah seorang tenaga honorer yang telah mengabdi selama 15 tahun, mengaku bersyukur atas kebijakan pengangkatan tersebut.

“Selain perubahan status, ini memberi rasa aman bagi kami dan keluarga. Kami berterima kasih kepada Bapak Eka Putra dan jajaran yang telah memperjuangkan nasib kami para tenaga honorer,” ungkapnya.

Sumber : Info Publik

banner 325x300