Lokaljawa, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama mencatat sebanyak 5.973 guru pada Lembaga Pendidikan Agama Katolik ikut serta dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan 2025. Peserta berasal dari guru mata pelajaran umum hingga guru Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan di Sekolah Menengah Agama Katolik.
Pelaksanaan PPG tahun ini terbagi dalam tiga angkatan. Angkatan pertama diikuti 1.239 guru Pendidikan Agama Katolik. Angkatan kedua mencatat 42 guru Pendidikan Agama Katolik dan 423 guru mata pelajaran umum. Sementara angkatan ketiga menjadi yang terbesar, dengan 4.269 guru Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan di sekolah menengah.
Program PPG ini melibatkan lima Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), yakni Universitas Sanata Dharma, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Indonesia, Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Asisi Semarang, serta Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Dirjen Bimas Katolik, Suparman, menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan tenaga pendidik.
“Jika seluruh peserta lulus PPG, mereka akan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai 2026. Ini langkah nyata pemerintah meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Kebijakan ini, lanjut Suparman, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan sertifikasi guru secara menyeluruh tahun ini. “Kemenag di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar berkomitmen mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo,” tambahnya.
Sesuai ketentuan, guru yang lulus PPG pada tahun berjalan akan menerima TPG pada tahun berikutnya. Besaran tunjangan ditetapkan berbeda: bagi guru ASN (PNS dan PPPK) sebesar satu kali gaji, sementara guru Non-ASN akan menerima Rp2 juta per bulan, naik dari sebelumnya Rp1,5 juta.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan agama Katolik semakin meningkat, sekaligus memberikan penghargaan yang layak bagi para pendidik.
















