https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pemerintah Siapkan Generasi Cerdas Berkarakter Lewat Gizi dan Budaya

Pemerintah siapkan generasi cerdas dan berkarakter lewat peningkatan gizi, perlindungan digital, serta penguatan budaya nasional. foto: dok Kemkomdigi
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter melalui tiga strategi utama: peningkatan gizi, perlindungan digital, dan penguatan nilai-nilai budaya.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid, saat menghadiri pertunjukan budaya di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025).

banner 325x300

Menurut Meutya, strategi ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan anak-anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. “Kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Untuk itu, ketiga strategi ini saling terhubung dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dalam bidang perlindungan digital, pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mewajibkan seluruh platform digital mencegah paparan konten berbahaya kepada anak-anak.

“Platform digital harus menyediakan filter konten, verifikasi usia, dan kontrol orang tua. Anak-anak berhak tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” tegas Meutya.

Ia menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga memastikan informasi tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) mudah diakses dan dipahami masyarakat. Langkah ini agar orang tua mengetahui manfaat langsung dari program pemerintah bagi tumbuh kembang anak.

“Ruang digital tidak boleh mendominasi seluruh kehidupan anak. Mereka tetap perlu mengalami interaksi sosial dan budaya. Misalnya, Pura Mangkunegaran bisa menjadi ruang belajar agar anak-anak mengenal akar budaya bangsanya,” jelasnya.

Meutya menilai, kemajuan teknologi memang membawa kemudahan, namun nilai budaya tidak boleh ditinggalkan. Kedua hal itu harus berjalan beriringan. “Kemkomdigi tidak hanya mengatur ruang siber, tapi juga memastikan komunikasi dan informasi menjadi medium untuk menyebarkan nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.

Melalui literasi digital, program konten positif, dan kolaborasi dengan lembaga budaya, pemerintah berupaya menyeimbangkan percepatan teknologi dengan pelestarian identitas nasional.

“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya terlindungi dari sisi digital, tetapi juga mendapat ruang belajar yang menanamkan cinta tanah air, menghormati kearifan lokal, dan membangun karakter kebangsaan,” pungkas Menkomdigi.

sumber: infopublik.id

banner 325x300