https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Gebyar Hantaru 2025 Yogyakarta: Kreativitas Anak dan Remaja Warnai Kota Bersih & Rapi

Gebyar Hantaru 2025 Yogyakarta hadirkan 804 peserta lomba kreatif, dukung program Mas JOS, edukasi tata ruang & kebersihan kota. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Yogyakarta, Lokal Jawa — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dinpertaru) menyelenggarakan puncak Gebyar Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2025, Selasa (18/11), di Hotel Royal Darmo. Acara ini menjadi momen penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba kreatif terkait tata ruang dan kebersihan kota.

Kepala Dinpertaru, Wahyu Handoyo, menjelaskan lomba Hantaru tahun ini mencakup empat kategori: poster, video reels, fotografi, dan esai. “Jumlah peserta mencapai 804 orang, jauh melampaui perkiraan. Hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, terhadap tata ruang dan lingkungan semakin meningkat,” ujarnya.

banner 325x300

Tema lomba “Padhang Resik Jogjaku” mengajak masyarakat menjaga kota tetap terang, bersih, dan bebas dari sampah fisik maupun visual. Gebyar Hantaru juga menjadi sarana edukasi program Mas JOS, gerakan pengelolaan sampah yang sedang digencarkan Pemkot Yogyakarta.

Karya peserta berhasil memvisualisasikan pesan kebersihan kota. Wahyu menekankan, lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga media edukasi: “Peserta mampu menggambarkan Mas JOS, pengolahan sampah, dan langkah menjaga kota bersih melalui karya kreatif mereka.”

Salah satu peserta termuda, Gibran Rafandra Arsa Wibowo, 10 tahun dari SDN Kotagede 5, meraih Juara 2 kategori poster. Ia menggambar maskot Mas JOS beserta lima langkah pengelolaan sampah. Gibran menyiapkan karyanya sendiri dengan inspirasi dari internet. Hadiah yang diterimanya akan ditabung untuk persiapan masuk SMP.

Wahyu menambahkan, sistem pendaftaran online memungkinkan peserta dari luar Kota Yogyakarta, bahkan dari luar Pulau Jawa, ikut berpartisipasi. Hal ini menunjukkan pesan Hantaru dapat menjangkau lebih luas dan membangun kesadaran tata ruang secara nasional.

“Gebyar Hantaru menunjukkan bahwa edukasi tata ruang dan kebersihan tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat kreativitas masyarakat, dari anak-anak hingga remaja,” pungkas Wahyu.

Sumber : warta.jogjakota.go.id

banner 325x300