https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Rembug Kampung FKPT Bangirejo Bahas Ketertiban Lingkungan dan Sosial

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Yogyakarta

Forum Kampung Panca Tertib (FKPT) Bangirejo, Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta menggelar rembug kampung pada Selasa (16/12/2025) di Balai RW Bangirejo. Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan persoalan ketertiban lingkungan dan ketertiban sosial yang berkembang di wilayah Bangirejo.

banner 325x300

Rembug kampung tersebut dihadiri Jumilah Kelurahan Karangwaru, antara lain Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Ketua LPMK Karangwaru, Babinsa Kelurahan Karangwaru, serta jajaran kelurahan lainnya. Dari unsur kampung hadir pengurus FKPT dan Pelopor Ketertiban Bangirejo, Ketua Kampung Bangirejo, Ketua Balai Bangirejo, para Ketua RW dan RT se-Bangirejo.

Ketua FKPT Bangirejo, K. Herman Setiawan, menegaskan rembug kampung menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi persoalan secara tepat di tingkat kampung. “Melalui rembug kampung, persoalan yang ada bisa dipetakan bersama agar ditemukan terobosan solusi secara musyawarah dan mufakat,” ujarnya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Karangwaru, Caecilia Deasy, S.A., menyampaikan bahwa persoalan ketertiban lingkungan dan sosial umumnya muncul akibat pelanggaran batas hak dan kewajiban antarwarga. Ia menekankan pentingnya proses dialog dan rembug, termasuk mekanisme peringatan bertahap mulai dari peringatan pertama hingga ketiga sebelum dilakukan penindakan lanjutan.

Ketua LPMK Karangwaru, Soebandono, S.Pd., mengungkapkan sejumlah persoalan terkait aktivitas transporter sampah. Meski secara aturan membantu pemerintah kota dalam penanganan sampah, di lapangan kerap terjadi gesekan dengan warga. Di Bangirejo, persoalan muncul terkait penempatan gerobak sampah di lingkungan permukiman, keterbatasan lahan penyimpanan gerobak, serta dugaan sampah yang berasal dari luar wilayah. Menurutnya, komunikasi personal menjadi langkah awal untuk memberi pemahaman kepada para transporter.

Ketua Kampung Bangirejo, Agus Widodo, mengajak seluruh warga untuk saling menjaga ketertiban lingkungan dan sosial. “Saling mengingatkan secara berkelanjutan penting agar wilayah Bangirejo tetap kondusif,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 10 Bangirejo Haryadi dan Ketua RT 37 RW 10 Febrian Kurnia menyampaikan keluhan terkait gangguan ketertiban di Jalan Trimargo. Jalan yang lebar kerap dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan, penempatan gerobak sampah, hingga aktivitas pemilahan sampah yang mengganggu pengguna jalan. Selain itu, kebiasaan membuang sampah ke saluran air hujan berpotensi menimbulkan sumbatan dan genangan saat musim hujan.

Pendamping Satpol PP Sri Windarti dan Hafid, bersama Jumilah Kelurahan Karangwaru Zeti dan Erni, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan berkelanjutan bagi para transporter. Diharapkan solusi bersama dapat ditemukan apabila jasa transporter masih dibutuhkan warga, sementara bila tidak lagi diperlukan, warga dapat berhenti memanfaatkan jasa tersebut.

Ketua RT 41 RW 11 Bangirejo, Budi Sudarmanto, yang wilayahnya menjadi salah satu pemicu terselenggaranya rembug kampung, berharap forum ini mampu menghasilkan solusi terbaik atas perilaku transporter yang dinilai mengganggu kenyamanan dan privasi warga.

Beberapa solusi juga disampaikan, di antaranya usulan Ketua RT 36 RW 10 dan Pekerti agar transporter bergabung dengan penggerobak lain yang berlangganan truk angkut sampah, dengan sistem iuran untuk biaya angkut. Ketua Balai Bangirejo, Bachtiar, menambahkan bahwa penitipan gerobak sampah di area balai sejatinya tidak menjadi persoalan, namun seringkali gerobak kosong justru memancing warga lain membuang sampah, sehingga mengganggu kenyamanan aktivitas di sekitar balai.

Menutup rembug kampung, K. Herman Setiawan menyebut persoalan ketertiban lingkungan memang terlihat sederhana namun cukup pelik. “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama para tokoh masyarakat Bangirejo. Dalam waktu dekat akan dilakukan rembug kampung lanjutan untuk mengevaluasi hasil identifikasi di lapangan,” pungkasnya.

banner 325x300