LokalJawa – JAKARTA, 29/04/2026
Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) secara resmi memaparkan berbagai capaian strategis yang telah berhasil diraih dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Penjelasan komprehensif tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers resmi yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Selasa (28/4), sebagai rangkaian pembuka menjelang perhelatan akbar Kongres VII PIKI yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, organisasi ini terus berkomitmen memperkuat sinergi kolaborasi lintas agama, terutama dengan berbagai lembaga cendekiawan di seluruh Indonesia. Menurutnya, selama lima tahun terakhir, PIKI secara konsisten membangun kemitraan erat dengan berbagai lembaga intelektual lintas iman, yang mana hal tersebut tercermin nyata melalui keterlibatan aktif mereka dalam beragam agenda penting organisasi, mulai dari peringatan Dies Natalis, penyelenggaraan pelatihan, hingga agenda refleksi awal tahun.
Acara konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi pengurus pusat, di antaranya Sekretaris Jenderal, jajaran Dewan Pakar, Dewan Pembina, serta Wakil Ketua Dewan Pembina yang memberikan dukungan penuh terhadap pemaparan progres organisasi. Selain fokus pada perluasan jejaring eksternal, PIKI juga melakukan langkah-langkah konkret dalam pembenahan internal melalui restrukturisasi organisasi serta revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sebuah langkah pembaruan yang sebenarnya telah diinisiasi sejak Kongres V pada masa kepemimpinan Bakti Nendra Prawiro.
Badikenita menjelaskan lebih lanjut bahwa upaya pembenahan internal tersebut terus berlanjut secara berkesinambungan hingga saat ini, termasuk melalui percepatan konsolidasi organisasi dengan pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di berbagai provinsi. DPP PIKI tercatat telah melantik sejumlah pengurus DPD dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) secara resmi di berbagai kantor pemerintahan daerah, yang dipandang sebagai bentuk pengakuan serta legitimasi nyata bagi PIKI sebagai wadah berkumpulnya inteligensia Kristen di tanah air. Ia juga menekankan bahwa penguatan ini tidak hanya mengejar kuantitas semata, melainkan juga mengutamakan kualitas kepengurusan, di mana seluruh pengurus daerah yang dilantik dipastikan telah terdaftar secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Program kerja yang dijalankan saat ini ditegaskan sebagai bentuk keberlanjutan dari periode sebelumnya, sehingga menunjukkan adanya semangat kesinambungan organisasi yang terjaga sejak tahun 2015 hingga periode sekarang. Badikenita menegaskan bahwa PIKI harus dipandang sebagai satu kesatuan perjalanan sejarah yang utuh dari tahun 2015 hingga 2026, dengan membawa semangat utama untuk terus berkolaborasi bersama pemerintah dalam membangun bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PIKI, Audy Wuisang, memberikan rincian mendalam mengenai perkembangan struktur organisasi yang menunjukkan tren positif. Ia memaparkan bahwa jumlah DPD definitif saat ini telah mencapai 29 wilayah, mengalami peningkatan signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya berjumlah 23 DPD definitif dan 7 DPD caretaker. Per tahun lalu, tercatat ada 27 DPD definitif dengan catatan dua wilayah yang masih stagnan, yakni Bangka Belitung dan Aceh, sementara jumlah DPC aktif di seluruh Indonesia mencapai 87 cabang sepanjang periode masa bakti 2020 hingga 2026.
Mengenai kesiapan agenda puncak, Ketua Panitia Kongres VII, Benyamin Patondok, memastikan bahwa seluruh persiapan teknis maupun non-teknis telah mencapai angka 99 persen. Kongres VII dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026, yang diawali dengan agenda Study Meeting berupa seminar kajian strategis pada Kamis pagi di Lumire Hotel & Convention Center. Seminar ini disebut sebagai ruh utama PIKI yang merepresentasikan fungsinya sebagai lembaga pemikir atau think tank, sebelum nantinya seluruh rangkaian Kongres dilanjutkan kembali di Hotel Gran Melia Jakarta.
Pada perhelatan tahun ini, PIKI mengangkat tema besar bertajuk “Menyongsong Masa Depan yang Kokoh”, sebuah pesan mendalam yang terinspirasi dari nats Alkitab Amsal 23:18. Tema tersebut dipilih dengan harapan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus kompas arah strategis bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan bangsa Indonesia yang semakin kompleks. (Elly/SHN).
















