https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Wali Kota Semarang Apresiasi Fashion Show Batik Nusantara Karya Warga Binaan Lapas Perempuan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng apresiasi Fashion Show Batik Nusantara karya warga binaan Lapas Perempuan dalam rangka Hari Ibu ke-97. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, lokaljawa.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Fashion Show Batik Nusantara bertajuk Benang Cinta Ibu dari Balik Tangan yang Menguatkan yang digelar di Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang. Kegiatan ini dirangkaikan dengan launching dan lelang mahakarya batik hasil karya warga binaan perempuan.

Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 sekaligus menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian warga binaan perempuan melalui karya kreatif berbasis wastra nusantara. Peragaan busana menampilkan batik hasil kolaborasi antara warga binaan, pengrajin batik, serta desainer profesional dengan dukungan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan praktisi industri fashion nasional.

banner 325x300

Agustina menilai kegiatan ini sebagai perhelatan luar biasa yang sarat nilai kemanusiaan. Menurutnya, di balik tembok lembaga pemasyarakatan justru lahir karya seni bernilai tinggi yang merefleksikan harapan, ketekunan, serta cinta seorang ibu yang menjadi tema utama kegiatan.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Sebuah peragaan busana yang bergengsi, dengan para desainer berkualitas, namun memiliki pesan sosial yang sangat kuat. Di sinilah kita melihat bagaimana rasa cinta kepada ibu dan sesama diwujudkan melalui karya, empati, dan keberpihakan,” ujar Agustina.

Kegiatan tersebut juga dihadiri mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga. Ia menegaskan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan untuk bangkit dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Masa lalu jadikan pembelajaran, hari ini dijalani sebagai kehidupan, dan masa depan harus tetap menjadi harapan. Peranan perempuan, termasuk ibu-ibu warga binaan, tetap dibutuhkan dalam pembangunan bangsa dan negara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Semarang mengapresiasi jajaran Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang yang dinilai berhasil menciptakan ekosistem pembinaan yang aman, nyaman, dan produktif. Lingkungan tersebut mendorong warga binaan untuk terus berkarya, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

“Saya melihat ada harapan besar di tempat ini. Ketika warga binaan diberikan ruang untuk berkreasi dan dihargai karyanya, mereka akan lebih siap, baik secara mental maupun keterampilan, saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian acara juga diisi dengan peluncuran dan lelang mahakarya batik masterpiece karya warga binaan, seperti motif Batik Malini Padma dan Bunga Teratai. Lelang ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus dukungan nyata terhadap proses pembinaan serta kemandirian ekonomi warga binaan perempuan.

Momentum Hari Ibu ke-97 semakin memperkuat makna kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran perempuan dan ibu sebagai sumber kekuatan, kasih sayang, dan ketangguhan. Agustina pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh perempuan yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

“Selamat Hari Ibu ke-97. Ibu-ibu yang menginisiasi, mengkreasi, dan menyukseskan acara ini adalah perempuan-perempuan hebat. Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan karya yang menginspirasi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap kolaborasi lintas sektor antara lembaga pemasyarakatan, desainer, pelaku seni, dan pemerintah dapat terus berlanjut guna memperkuat pembinaan, pemberdayaan perempuan, serta mewujudkan Kota Semarang yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.

banner 325x300