https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Kirab Empat Bregada Meriahkan HUT ke-79 Kalurahan Condongcatur

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Sleman

Suasana khidmat dan semarak menyatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kalurahan Condongcatur yang ditandai dengan Kirab Bregada dan Upacara Hadeging Condongcatur, Jumat (26/12/2025). Ribuan warga tumpah ruah memadati halaman Kalurahan Condongcatur untuk menyaksikan prosesi budaya yang menjadi agenda puncak peringatan hari jadi tersebut.

banner 325x300

Kirab diikuti empat bregada yang merepresentasikan empat wilayah sejarah (kring) pembentuk Condongcatur, yakni Bregada Hadi Manggala dari Kring Gorongan, Bregada Paksi Jayeng Katon dari Kring Manukan, Bregada Sastra Dihardjan dari Kring Gejayan, serta Bregada Panca Manggala dari Kring Kentungan. Keempatnya tampil dengan busana dan formasi khas, menggambarkan nilai persatuan dan sejarah panjang kalurahan.Kalurahan Condongcatur secara resmi berdiri pada 26 Desember 1946 sebagai hasil penggabungan empat kelurahan lama—Manukan, Gorongan, Gejayan, dan Kentungan—atas perintah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Penggabungan tersebut kemudian disahkan melalui Maklumat Sultan Hamengkubuwono IX Nomor 5 Tahun 1948, dengan Kromoredjo tercatat sebagai kepala desa pertama.

Makna historis itu tercermin dalam nama Condongcatur. Kata “condong” berarti sepakat, sementara “catur” bermakna empat, yang melambangkan kesepakatan empat wilayah untuk bersatu membangun pemerintahan baru.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas HUT ke-79 Kalurahan Condongcatur. Ia berharap capaian prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Semoga seluruh elemen masyarakat dan pamong kalurahan terus menjaga semangat kebersamaan serta prestasi yang sudah diraih,” ujarnya.
Danang juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan serta pelestarian seni dan budaya lokal. Menurutnya, kegiatan Kirab Bregada merupakan wujud nyata gotong royong sekaligus sarana menjaga identitas budaya.
“Tradisi seperti ini harus terus dirawat sebagai kekuatan sosial dan budaya masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menyampaikan rasa syukur atas berbagai prestasi yang diraih di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dengan dukungan aktif masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang terbangun dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, kami optimistis Condongcatur akan semakin maju, serta program Bupati dan Wakil Bupati dapat diimplementasikan dengan baik di wilayah kami,” pungkasnya.

banner 325x300